25/08/2026

Usai Dipelaspas, Bupati Sutjidra Pastikan Pedestrian Lovina Siap Sambut Festival dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

0
image

Prosesi melaspas menjadi simbol penyucian sekaligus penanda kesiapan kawasan wisata Lovina menyambut ribuan pengunjung pada Lovina Festival 2026.


SINGARAJA,IKLIKBALI – Pemerintah Kabupaten Buleleng melaksanakan upacara pecaruan dan melaspas di kawasan pedestrian Pantai Lovina, Rabu (23/7), sebagai bentuk penyucian secara niskala atas selesainya pembangunan kawasan tersebut. Prosesi adat ini juga menjadi penanda bahwa pedestrian Lovina siap difungsikan secara optimal sekaligus menyambut pelaksanaan Lovina Festival 2026.

Prosesi persembahyangan dipimpin bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Ny. Wardhany Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna bersama Ny. Hermawati Supriatna, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Bupati Sutjidra menjelaskan, pelaksanaan upacara melaspas merupakan tradisi penting dalam budaya Bali sebagai bentuk permohonan agar seluruh hasil pembangunan memperoleh kerahayuan, membawa manfaat bagi masyarakat, serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Kita melaksanakan prosesi secara niskala agar seluruh pembangunan yang telah dilakukan di kawasan ini benar-benar metaksu, memberikan manfaat, dan tetap lestari untuk jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pedestrian yang telah selesai ditata akan menjadi wajah baru destinasi wisata Lovina. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan pesisir utara Bali.

Pelaksanaan upacara juga menjadi rangkaian awal menuju pembukaan Lovina Festival 2026 yang akan berlangsung pada 24 Juli mendatang. Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis festival tahunan tersebut mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.

“Kami berharap seluruh rangkaian Lovina Festival berjalan lancar, aman, tertib, serta mampu menarik lebih banyak wisatawan datang ke Buleleng,” kata Sutjidra.

Ia menambahkan, penataan pedestrian bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat citra Lovina sebagai destinasi wisata unggulan. Dengan fasilitas yang semakin representatif, wisatawan diharapkan lebih nyaman menikmati kawasan pantai.

Bahkan, Bupati mengungkapkan bahwa sejumlah wisatawan mancanegara telah memberikan apresiasi terhadap perubahan wajah Pantai Lovina. Beberapa di antaranya memutuskan memperpanjang masa tinggal setelah melihat suasana kawasan yang lebih tertata.

“Semalam saya bertemu wisatawan asing. Mereka mengaku senang dengan penataan Lovina, bahkan ada yang membatalkan perjalanan ke daerah lain dan memilih memperpanjang masa menginap selama lima hingga tujuh hari,” ungkapnya.

Melihat respons tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, desa adat, dan pemerintah desa di sekitar Lovina untuk menjaga kebersihan, keamanan, serta kenyamanan kawasan wisata. Ia menilai keberhasilan penataan akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh partisipasi masyarakat.

“Momentum ini harus dimanfaatkan bersama. Ketika kunjungan wisatawan meningkat, maka peluang usaha juga semakin terbuka. Mari kita jaga Lovina agar tetap bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan Buleleng,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus melakukan pembenahan destinasi wisata secara bertahap sebagai bagian dari komitmen membangun sektor pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *