Dekranasda Buleleng Dorong Produk Unggulan Tembus Pasar Nasional Lewat INACRAFT Festival 2026
Kehadiran Ny. Wardhany Sutjidra di Yogyakarta menjadi langkah strategis untuk memperluas promosi kerajinan khas Buleleng sekaligus memperkuat jejaring pelaku UMKM daerah.
YOGYAKARTA, IKLIKBALI – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menghadiri International Handicraft Trade Fair & Culture Festival (INACRAFT Festival) 2026 yang berlangsung di Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). Partisipasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkenalkan berbagai produk kerajinan unggulan agar mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keikutsertaan Dekranasda Buleleng dalam ajang berskala internasional ini diharapkan dapat memacu kreativitas dan inovasi para perajin lokal. Selain menjadi media promosi, festival tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membangun kerja sama serta memperluas jaringan pemasaran.
.jpeg=w704-h469-p-k-no-nu)
Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Muchsin Ridjan, mengatakan bahwa penyelenggaraan INACRAFT Festival di Yogyakarta merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di kota tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan daya saing industri kerajinan Indonesia di pasar global.
INACRAFT Festival 2026 menghadirkan sekitar 1.000 tenant dan melibatkan sedikitnya 250 pelaku UMKM dari berbagai daerah. Beragam produk dipamerkan, mulai dari kerajinan kulit, aksesori, wastra, gerabah, hingga furnitur.
“INACRAFT Festival 2026 diselenggarakan sebagai ajang promosi dan penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kriya, kerajinan, dan UMKM. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, komunitas, serta pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara dalam mendukung aktivitas ekonomi, memperluas jejaring pasar global, serta memperkuat industri hijau dan kelestarian kriya nasional,” ujar Muchsin Ridjan.
Sementara itu, Ny. Wardhany Sutjidra menilai bahwa keterlibatan Buleleng dalam pameran tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Melalui ajang ini, kami ingin memperkenalkan kekayaan kriya dan produk unggulan Buleleng agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap para perajin lokal mampu meningkatkan daya saing serta menjalin kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dekranasda Buleleng akan terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas budaya lokal, serta memanfaatkan berbagai peluang promosi guna mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng.
