25/08/2026

Lovina Festival 2026 Hadir Lebih Lama, Targetkan 25 Ribu Wisatawan dan Perkuat Dampak Ekonomi Bali Utara

0
image

Konsep dua panggung, kolaborasi ratusan seniman, puluhan komunitas dan UMKM disiapkan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di kawasan Lovina.

SINGARAJA, IKLIKBALI – Lovina Festival 2026 resmi bergulir dengan konsep baru yang lebih terarah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata. Festival yang berlangsung mulai 24 hingga 28 Juli 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan di Kabupaten Buleleng.

Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melalui pemukulan cengceng di Main Stage Pantai Lovina, Jumat (24/7).

Dalam kesempatan tersebut, Sutjidra menyampaikan bahwa Lovina Festival telah berkembang menjadi etalase budaya dan pariwisata Bali Utara yang membutuhkan dukungan semua pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. 

“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi. 

Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi yang dibangun bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali dan Kabupaten Banyuwangi menjadi langkah strategis dalam memperluas promosi destinasi.

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan saling terhubung. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujar Sutjidra.

Ketua Panitia Lovina Festival 2026 Putu Ayu Reika Nurhaeni menjelaskan, festival tahun ini mengusung tema “Theatre of Dolphins” yang menggambarkan Lovina sebagai ruang pertunjukan alam dengan kekuatan utama lumba-lumba, budaya, dan kehidupan masyarakat pesisir.

“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan,” ungkap Reika.

Untuk memperluas jangkauan pasar wisata, panitia membagi pelaksanaan festival ke dalam dua kawasan. Tasikmadu difokuskan bagi wisatawan mancanegara, sedangkan Binaria menyasar wisatawan domestik.

Festival juga diperkuat dengan kehadiran lebih dari 250 penampil, 82 UMKM, dan 44 komunitas seni, olahraga, lingkungan, serta ekonomi kreatif. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan sedikitnya 25 ribu pengunjung selama lima hari pelaksanaan. 

Reika menambahkan, penyelenggaraan festival didukung APBD Kabupaten Buleleng, sponsorship dari pelaku industri pariwisata, serta Kementerian Pariwisata RI melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).

Keberhasilan penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi modal optimisme. Pada Lovina Festival 2025 tercatat lebih dari 20 ribu pengunjung hadir dengan nilai transaksi ekonomi melebihi Rp600 juta dan okupansi hotel rata-rata mencapai 82 persen, bahkan beberapa hotel terisi penuh.

Dengan dukungan penataan kawasan wisata Lovina yang kini semakin tertata, aman, dan nyaman, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis Lovina Festival 2026 akan semakin memperkuat posisi Bali Utara sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *