Pemkab Buleleng Perkuat Sinergi Lintas Sektor Demi Sukseskan BIAS HPV 2026
Pemkab Buleleng mematangkan persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) HPV melalui kolaborasi perangkat daerah, dunia pendidikan, dan fasilitas kesehatan guna meningkatkan cakupan imunisasi
serta mencegah kanker serviks sejak usia dini.
SINGARAJA , IKLIKBALI – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Human Papillomavirus (HPV) Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mempererat sinergi lintas sektor agar pelaksanaan imunisasi berjalan optimal dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak usia sekolah.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan BIAS HPV Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Rabu (22/7). Pertemuan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, sektor pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga para pemangku kepentingan lainnya untuk menyatukan strategi pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi HPV tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Menurutnya, dukungan seluruh elemen, baik pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat, menjadi faktor utama dalam mencapai target cakupan imunisasi.
“Kita harus bergerak bersama. Program ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pihak untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas perlindungan kesehatan melalui imunisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kanker serviks hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Oleh sebab itu, pemberian imunisasi sejak usia sekolah dinilai sebagai langkah preventif yang paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit tersebut di masa mendatang.
“Imunisasi HPV merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Perlindungan yang diberikan sejak usia dini akan memberikan manfaat besar bagi kualitas hidup generasi mendatang,” jelas dr. Sucipto.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional percepatan eliminasi kanker serviks, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menerbitkan Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Nomor B.400.7.7.2/2507/VII/2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Program Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) Tahun 2026.
Melalui kebijakan tersebut, setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan diberikan peran sesuai fungsi masing-masing, mulai dari pelaksanaan edukasi kepada masyarakat, pendataan sasaran, fasilitasi pelaksanaan imunisasi, penyebarluasan informasi kepada publik, hingga mobilisasi masyarakat agar target cakupan imunisasi dapat tercapai secara optimal.
Dalam rapat koordinasi, berbagai aspek teknis turut dimatangkan, di antaranya validasi data sasaran, kesiapan distribusi vaksin, kesiapan tenaga kesehatan, koordinasi dengan sekolah dan madrasah, strategi komunikasi kepada orang tua siswa, serta penguatan sistem pencatatan dan pelaporan hasil imunisasi.
Pada pelaksanaan BIAS HPV Tahun 2026, pemerintah juga mulai menerapkan kebijakan perluasan sasaran imunisasi. Selain diberikan kepada anak perempuan sesuai program nasional, imunisasi HPV kini juga menyasar anak laki-laki berusia 11 tahun. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih luas sekaligus membantu memutus rantai penularan virus HPV di masyarakat.
Menutup rapat koordinasi, dr. Sucipto mengajak seluruh peserta menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menyampaikan informasi yang benar, berbasis bukti ilmiah, serta menangkal berbagai hoaks dan misinformasi mengenai imunisasi.
“Kepercayaan masyarakat adalah kunci keberhasilan program imunisasi. Jika seluruh pihak menyampaikan informasi yang benar dan konsisten, saya optimistis cakupan imunisasi HPV di Kabupaten Buleleng akan meningkat sehingga anak-anak kita memperoleh perlindungan terbaik dari ancaman kanker serviks dan penyakit akibat infeksi HPV lainnya,” pungkasnya
