13/10/2026

Dari Belanja hingga Berbagi, TP PKK Buleleng Dorong Ekonomi Keluarga dan Produk Lokal

0
IMG-20260904-WA0032

Pasar Rakyat PKK Bali bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi menjadi ruang berbagi, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus membuka peluang bagi produk lokal untuk semakin dikenal.

KARANGASEM, SINGARAJA NOW – Aktivitas berbelanja di Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali, Jumat (4/9), memiliki makna lebih dari sekadar transaksi jual beli. Di tengah berbagai produk lokal yang ditawarkan, terselip semangat untuk saling berbagi, memperkuat kebersamaan, dan mendorong keluarga agar semakin mandiri secara ekonomi.

Semangat tersebut terasa dalam Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali bertajuk “Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Chandra Bhuana, Kabupaten Karangasem. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-7 Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali.

TP PKK Kabupaten Buleleng turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra hadir bersama Sekretaris TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Hermawati Supriatna.

Kehadiran keduanya diterima Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata serta Sekretaris TP PKK Kabupaten Karangasem Ny. Anggreni Pandu Lagosa.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, jajaran TP PKK Provinsi Bali, serta perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-Bali.

Bagi TP PKK Buleleng, Pasar Rakyat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan antarkader sekaligus memperluas dukungan terhadap pemberdayaan keluarga. Produk yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menjadi gambaran bagaimana kreativitas masyarakat dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang bernilai.

Ny. Wardhany Sutjidra menilai semangat “berbelanja dan berbagi” memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas ekonomi.

“Berbelanja dan berbagi bukan hanya tentang transaksi, tetapi bagaimana kita ikut menghidupkan usaha masyarakat, menghargai hasil kreativitas lokal, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” ujar Wardhany.

Menurutnya, ketika produk masyarakat mendapat ruang untuk dipasarkan, manfaatnya dapat kembali kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, penguatan ekonomi keluarga perlu dilakukan secara bersama-sama, termasuk melalui dukungan terhadap produk lokal.

“Kita ingin keluarga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri. Dari hal-hal sederhana seperti membeli produk lokal, sebenarnya kita sudah ikut memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga yang sedang membangun usahanya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengatakan Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarkader sekaligus meningkatkan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, ruang seperti Pasar Rakyat penting untuk memperkenalkan berbagai produk lokal kepada masyarakat. Dengan semakin luasnya akses pemasaran, usaha masyarakat diharapkan dapat berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

Semangat tersebut juga sejalan dengan peran PKK yang tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial, tetapi turut mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian keluarga.

Bagi Buleleng, keterlibatan dalam Pasar Rakyat ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun kolaborasi antarkabupaten/kota. Sebab, pemberdayaan ekonomi keluarga tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan, jejaring, serta ruang pemasaran yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, “Berbelanja dan Berbagi” membawa pesan sederhana: setiap transaksi dapat menjadi bentuk dukungan terhadap usaha masyarakat, sementara setiap bentuk kepedulian dapat menjadi energi untuk memperkuat keluarga.

Dari pasar, manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada hari kegiatan. Semangat membeli produk lokal, berbagi dengan sesama, dan menggerakkan ekonomi keluarga diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *