13/10/2026

Kebakaran Lahap Sejumlah Bangunan di Tejakula, Supriatna Dorong Penguatan Sarana Proteksi

0
image

Tujuh Ruko dan Dua Rumah Terbakar, Pemkab Buleleng Siapkan Langkah Antisipasi Jangka Panjang

SINGARAJA, IKLIKBALI – Musibah kebakaran yang melanda kawasan permukiman dan pertokoan di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng. Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama jajaran perangkat daerah turun ke lokasi, Rabu (2/9), untuk melihat kondisi bangunan terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah.

Kebakaran yang terjadi pada malam sebelumnya menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Berdasarkan pendataan awal, sebanyak tujuh ruko dan dua rumah warga hangus terbakar, sedangkan dua ruko lainnya turut terdampak akibat kejadian tersebut.

Beruntung, peristiwa kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa. Kendati demikian, kerugian material yang dialami masyarakat cukup besar karena bangunan dan sejumlah kebutuhan rumah tangga ikut terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah turut memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian awal pemerintah untuk membantu warga memenuhi kebutuhan setelah kehilangan sebagian harta benda akibat kebakaran.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pemerintah daerah turut merasakan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat Tejakula. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi hal utama yang harus mendapat perhatian dalam setiap kejadian kebencanaan.

“Kami datang untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak. Kami tentu prihatin dengan kejadian ini. Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah, dan kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan warga untuk sementara waktu,” ungkap Supriatna.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran. Terlebih, kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan lingkungan menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Faktor angin kencang juga dapat membuat api lebih cepat menyebar apabila terjadi kebakaran.

Karena itu, Supriatna mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan rumah hingga kawasan perdagangan. Penggunaan peralatan listrik, aktivitas yang berkaitan dengan api, serta sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran perlu diperhatikan dengan lebih serius.

“Musim kemarau seperti sekarang tentu membutuhkan kewaspadaan lebih. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Buleleng terus membangun koordinasi dengan berbagai unsur dalam menghadapi potensi bencana. Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, PMI dan stakeholder lainnya diharapkan mampu bergerak secara cepat dan terkoordinasi ketika terjadi kondisi darurat.

Selain penanganan terhadap korban, pemerintah daerah juga mulai memikirkan upaya pencegahan dalam jangka panjang. Salah satu fasilitas yang akan dipertimbangkan adalah penyediaan hidran pada lokasi-lokasi strategis, terutama di kawasan pasar desa.

Menurut Supriatna, keberadaan hidran dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat ketersediaan sumber air ketika petugas melakukan penanganan kebakaran. Fasilitas tersebut dinilai penting karena kawasan pasar umumnya memiliki banyak bangunan dan aktivitas masyarakat.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Kami akan melihat kebutuhan hidran, khususnya di pasar-pasar desa, sehingga ketika terjadi kebakaran petugas memiliki akses sumber air yang lebih dekat. Mudah-mudahan bisa kita usulkan dan programkan melalui APBD 2027,” katanya.

Pemkab Buleleng berharap penanganan pascakebakaran dapat berjalan secara bertahap dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terus dipantau. Peristiwa di Tejakula juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.

Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan petugas saat terjadi kebakaran, tetapi turut berperan melalui langkah-langkah pencegahan dari lingkungan masing-masing. Dengan kesiapan masyarakat dan dukungan sarana yang memadai, risiko serta dampak kebakaran diharapkan dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *