13/10/2026

PELTI Buleleng Kirim Dua Atlet Muda ke Liga Tenis Indonesia Seri 2

0
image

Keikutsertaan Gede Putra Jati Sanjaya dan Komang Krisnaditya Artha Nugraha menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing petenis Buleleng.

SINGARAJA,IKLIKBALI-Pembinaan atlet tenis usia muda di Kabupaten Buleleng terus diarahkan untuk menghasilkan petenis yang mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dua atlet binaan Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) Buleleng dalam Kejuaraan Liga Tenis Indonesia Seri 2 di Jakarta, 12–17 Oktober 2026.

Dua atlet yang mendapat kesempatan tampil dalam kejuaraan tersebut adalah Gede Putra Jati Sanjaya, berusia 18 tahun, dan Komang Krisnaditya Artha Nugraha, 15 tahun. Keduanya akan berkompetisi pada nomor tunggal dan ganda di Lapangan Tenis Mabes Angkatan Udara.

Ketua Umum PELTI Buleleng, I Wayan Arya Wiguna, menjelaskan bahwa partisipasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir pertandingan. Kejuaraan ini juga menjadi sarana untuk menambah jam terbang, memperkuat mental kompetisi, serta mengevaluasi perkembangan kemampuan atlet hasil pembinaan daerah.

Menurut Wiguna, kesempatan bertanding pada level nasional penting bagi atlet muda untuk mengenali standar permainan yang lebih kompetitif. Hasil evaluasi dari pertandingan nantinya dapat menjadi bahan untuk menyusun program latihan yang lebih terarah.

“Kami berharap pengalaman di Liga Tenis Indonesia Seri 2 dapat menjadi modal bagi kedua atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” ungkapnya, Selasa (13/10).

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, kedua atlet telah menjalani latihan rutin di tengah kewajiban mereka sebagai pelajar. Sanjaya menempuh pendidikan di SMA Negeri 4 Singaraja, sedangkan Krisnaditya bersekolah di SMA Negeri 1 Singaraja.

Program latihan berlangsung setiap Senin hingga Jumat pada pukul 19.00–21.00 Wita. Pemilihan waktu malam dilakukan agar kegiatan pembinaan tetap berjalan tanpa mengesampingkan tanggung jawab akademik para atlet.

“Persiapan dilakukan melalui latihan intensif pada malam hari karena kami menyesuaikan dengan jadwal sekolah masing-masing atlet,” jelas Wiguna.

Ia menegaskan, konsistensi latihan dan pengalaman bertanding merupakan dua unsur penting dalam membangun atlet yang kompetitif. Selain keterampilan teknik, kesiapan mental, disiplin, dan kemampuan menjaga konsentrasi selama pertandingan juga perlu terus diasah.

PELTI Buleleng pun mendorong kedua atlet memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan performa terbaik. Sikap sportif dan kemampuan menjaga nama baik daerah menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang dijalankan.

Keikutsertaan Sanjaya dan Krisnaditya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet tenis muda lainnya di Buleleng untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan berani bersaing dalam berbagai kejuaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *