Esports Makin Dikenal di Buleleng, Bichito Coffee Dorong Hadirnya Game House
Tak hanya menggelar kompetisi, Bichito Coffee ikut mendorong terbentuknya ekosistem esports yang dapat menjadi wadah pembinaan atlet muda di Buleleng.
SINGARAJA, IKLIKBALI – Esports di Kabupaten Buleleng mulai berkembang menjadi bagian dari aktivitas olahraga generasi muda. Kompetisi Mobile Legends yang melibatkan pemain dari berbagai wilayah menjadi salah satu gambaran meningkatnya minat terhadap cabang olahraga tersebut. Minggu(27/9)
Pemilik Bichito Coffee, Wayan Sudira, mengatakan perkembangan itu menjadi alasan pihaknya ikut memberikan dukungan melalui penyediaan tempat untuk kompetisi esports. Bagi dia, sebuah tempat pertandingan bukan hanya berfungsi sebagai lokasi bertanding, tetapi juga dapat menjadi panggung untuk memperkenalkan kemampuan para pemain.
“Memberikan ruang itu sangat diperlukan. Kami memberikan sebuah panggung kepada mereka untuk melakukan turnamen. Harapannya, dari panggung kecil Bichito ini nanti ada bibit atau atlet esports yang bisa muncul,” kata Wayan.
Ia melihat potensi esports Buleleng tidak hanya berasal dari komunitas. Minat terhadap olahraga elektronik tersebut mulai masuk ke lingkungan sekolah, sehingga proses pengenalan dan pengembangan bakat berlangsung sejak usia muda.
Wayan mencontohkan SMP Negeri 1 Singaraja yang telah memasukkan esports Mobile Legends dalam kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa esports semakin diterima dan dikenal di berbagai lapisan masyarakat.
“Sekarang esports semakin diketahui oleh kalangan. Di sekolah-sekolah seperti SMP 1 Singaraja saja sudah ada ekstrakurikuler esports Mobile Legends,” ujarnya.
Dukungan Bichito Coffee tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Wayan menyebut pihaknya juga memiliki Tim Bichito Esport yang telah berulang kali mengikuti kompetisi di luar Buleleng. Tim tersebut tercatat telah meraih sekitar tiga kemenangan dalam sejumlah ajang yang diikuti dan kembali tampil hingga babak final dalam event kali ini.
Menurutnya, keberadaan tim tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan langsung Bichito Coffee dalam perkembangan esports. Ia ingin menunjukkan bahwa aktivitas gaming dapat diarahkan menjadi kegiatan yang memiliki prestasi dan tujuan yang jelas.
“Esports ini bukan sekadar hiburan. Ada hal-hal positif yang bisa ditumbuhkan. Sekarang bermain game sudah mendapatkan apresiasi, dapat dipertandingkan dan sudah diakui sebagai bagian dari olahraga,” tuturnya.
Perkembangan tersebut menjadi semakin relevan dengan agenda Porprov Bali 2027. Buleleng yang akan bertindak sebagai tuan rumah memiliki momentum untuk membangun ekosistem olahraga, termasuk esports, sehingga para pemain lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang melalui kompetisi.
Turnamen yang digelar Bichito Coffee juga mendapat respons positif dari peserta dan pengunjung. Jangkauan peserta tidak hanya berasal dari kawasan Singaraja, tetapi turut mencakup pemain dari Gerokgak, Sawan dan sejumlah kecamatan lain. Bahkan, pada event sebelumnya, peserta dari Jembrana ikut meramaikan kompetisi yang berlangsung di Buleleng.
Dari perspektif usaha, kegiatan esports juga memberikan manfaat bagi Bichito Coffee. Kehadiran peserta dan komunitas menjadi bagian dari promosi usaha sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi bagi UMKM yang menjadi lokasi penyelenggaraan.
“Dampaknya salah satunya adalah promosi. Kemudian UMKM juga bisa memfasilitasi kegiatan pemuda dan talenta yang ada di sini. Dari sisi usaha, kita juga bisa berjualan,” kata Wayan.
Meski demikian, Wayan berharap perkembangan esports tidak hanya bergantung pada turnamen yang digelar secara berkala. Ia mendorong adanya fasilitas khusus yang dapat menjadi pusat aktivitas sekaligus tempat latihan bagi atlet esports Buleleng.
“Harapan saya esports terus berkembang dan ruangnya di Buleleng semakin bertumbuh. Kalau bisa ada game house di Buleleng, kegiatan ini bisa menjadi lebih terpusat. Di situlah nantinya para atlet Buleleng bisa fokus melakukan latihan,” pungkasnya.
