13/10/2026

E-Sports Buleleng Mulai Didorong ke Arah Pembinaan Atlet Muda

0
image

Turnamen Piala Ketua DPRD diikuti 25 tim, menjadi ruang bagi pelajar hingga masyarakat umum mengasah kemampuan kompetitif

SINGARAJA, IKLIKBALI – E-sports di Kabupaten Buleleng mulai mendapat ruang sebagai salah satu wadah pengembangan kemampuan generasi muda. Hal ini terlihat dari pelaksanaan E-Sports Tournament Piala Ketua DPRD Kabupaten Buleleng yang berlangsung di Bichito Coffee Buleleng pada 26–27 September 2026.

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertandingan untuk memperebutkan hadiah. Lebih dari itu, turnamen dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki melalui kompetisi yang sehat.

“Minatnya luar biasa. Harapannya, ke depan kegiatan ini bisa kita kemas lebih baik dan sekaligus hadiahnya lebih besar,” kata Ngurah Arya.

Besarnya animo peserta terlihat dari jumlah tim yang ambil bagian. Sebanyak 25 tim dengan total 125 pemain mengikuti kompetisi Mobile Legends tersebut. Mereka berasal dari sejumlah kelompok, mulai pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa hingga kalangan masyarakat umum.

Menurut Ngurah Arya, e-sports memiliki karakter kompetisi yang dapat melatih berbagai kemampuan pemain. Dalam permainan beregu, setiap anggota harus mampu membangun koordinasi dengan rekan satu tim, menjaga fokus, merespons situasi dengan cepat serta memahami tanggung jawab masing-masing.

Ia juga menilai pembentukan sikap sportif tidak kalah penting. Hasil pertandingan harus dapat diterima dengan baik oleh peserta, baik ketika tim berhasil meraih kemenangan maupun ketika harus menerima kekalahan.

Pada turnamen tersebut, penyelenggara menyediakan hadiah dengan total nilai Rp10 juta untuk para pemenang. Besaran apresiasi tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap peserta yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan.

Namun, Ngurah Arya menekankan bahwa aspek pembinaan tetap menjadi perhatian utama. Ia berharap kegiatan berikutnya dapat menjangkau lebih banyak anak muda, termasuk mereka yang berada di wilayah desa.

Menurutnya, keterbatasan waktu pada pelaksanaan kali ini membuat belum semua peminat dapat ikut berpartisipasi. Karena itu, pembenahan terhadap konsep penyelenggaraan maupun dukungan sarana dan prasarana akan menjadi bagian yang perlu diperhatikan ke depan.

“Ke depan sarana prasarana dan penyusunan kegiatan akan kita perbaiki. Tujuannya bagaimana kita mendidik anak-anak muda, bukan hanya di e-sports, tetapi di semua cabang olahraga agar bisa berprestasi,” ujarnya.

Politisi asal Gerokgak tersebut juga mengingatkan agar perkembangan olahraga di kalangan generasi muda tidak dimanfaatkan hanya untuk kepentingan komersial. Menurutnya, setiap kegiatan olahraga harus tetap menempatkan kepentingan dan perkembangan anak muda sebagai bagian utama.

“Jangan pernah mengeksploitasi anak-anak muda dengan membungkus turnamen olahraga apa pun. Kita harus membawa anak muda ini betul-betul berkonsentrasi untuk olahraga dan memberikan prestasi untuk dirinya sendiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *