25/08/2026

Bupati Sutjidra Ajak Koperasi Buleleng Berinovasi Digital dan Perkuat Kolaborasi dengan UMKM

0
image

Peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum memperkuat daya saing koperasi melalui transformasi digital,
peningkatan SDM, dan sinergi ekonomi kerakyatan.

SINGARAJA, IKLIKBALI – Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong seluruh koperasi di daerah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan kolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat peran koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79 yang digelar di Gedung Sasana Budaya, Jumat (24/7).

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menilai Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk membangun koperasi yang lebih inovatif, profesional, dan mampu menjawab tantangan ekonomi modern.

Data Pemerintah Kabupaten Buleleng mencatat terdapat 573 koperasi, dengan 486 koperasi masih aktif dan 87 koperasi belum beroperasi secara optimal. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang untuk kembali menghidupkan koperasi yang belum aktif sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggotanya.

“Koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Saya berharap koperasi yang belum aktif dapat kembali bangkit sehingga mampu berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan anggotanya dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara koperasi dan UMKM. Dengan jumlah UMKM yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Buleleng, sinergi keduanya diyakini mampu memperluas akses pasar produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi daerah.

Selain memperluas jejaring usaha, Bupati Sutjidra mengingatkan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Pengurus koperasi dituntut memiliki kompetensi, pola pikir kewirausahaan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota maupun memperluas pemasaran produk.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Koperasi harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan, memperkuat tata kelola, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Dengan SDM yang berkualitas dan semangat berinovasi, saya optimistis koperasi di Buleleng akan semakin maju dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng, Nengah Tenaya, menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak akan menggeser keberadaan koperasi yang telah lebih dahulu berkembang. Sebaliknya, program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem koperasi melalui pembagian peran sesuai potensi di masing-masing wilayah.

Ia menjelaskan, apabila suatu desa telah memiliki koperasi simpan pinjam yang berjalan baik, maka Koperasi Merah Putih dapat berfokus pada sektor usaha riil sehingga keduanya dapat saling melengkapi.

“Sinergi adalah kunci keberhasilan gerakan koperasi. Kami ingin seluruh koperasi tumbuh bersama, saling mendukung, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Saat ini sekitar 80 persen koperasi di Buleleng juga telah mulai menerapkan digitalisasi layanan sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota,” jelas Nengah Tenaya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap semangat Hari Koperasi ke-79 mampu menjadi titik awal lahirnya koperasi yang semakin adaptif, modern, dan mampu menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Buleleng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *