14/10/2026

Antrean BBM Mengular di Buleleng, Warga Berburu Pertalite hingga ke Tiga SPBU

0
image

Keterlambatan pasokan dari Depo Manggis membuat warga harus menunggu lebih lama untuk mengisi bahan bakar. Di tengah antrean, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

SINGARAJA, IKLIKBALI – Pagi yang seharusnya digunakan untuk beraktivitas justru dihabiskan sebagian warga dengan menunggu antrean bahan bakar minyak (BBM). Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (13/10/2026), kendaraan tampak mengular. Warga harus bersabar demi mendapatkan BBM untuk menunjang pekerjaan dan kebutuhan sehari-hari.

Di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, antrean kendaraan bahkan memanjang hingga sekitar 20 meter di jalan raya. Bagi sebagian warga, persoalannya bukan sekadar lamanya waktu menunggu, melainkan juga upaya mencari SPBU yang masih bisa melayani pengisian BBM.

Suanda (61), warga Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, menjadi salah satu warga yang merasakan situasi tersebut. Sejak pukul 07.00 Wita, ia sudah mengantre untuk mendapatkan BBM yang dibutuhkan guna berbelanja keperluan dagangan di pasar.

Sebelum tiba di SPBU Gajah Mada, Suanda mengaku telah mendatangi tiga SPBU, masing-masing di wilayah Kubutambahan, Sangsit, dan Penarukan. Namun, antrean yang ditemuinya membuat upaya mendapatkan BBM tidak bisa dilakukan dengan cepat.

“Di mana-mana antre. Saya sudah ke tiga SPBU, di Kubutambahan, Sangsit, dan Penarukan,” kata Suanda.

Keluhan serupa disampaikan Nengah, warga Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng. Ia mengaku telah menunggu sekitar satu jam di SPBU Gajah Mada untuk mengisi mobil yang digunakan sehari-hari. Dengan kondisi tangki yang sudah kosong, BBM menjadi kebutuhan mendesak agar kendaraannya kembali dapat digunakan.

“Sudah sekitar satu jam mengantre. Mobil saya sudah tidak ada bensin sama sekali. Ini mobil saya pakai sehari-hari,” ujarnya.

Pesanan BBM Belum Terpenuhi

Di balik panjangnya antrean, persoalan pasokan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Pengurus SPBU Gajah Mada, Wayan Suantara, mengatakan pemesanan BBM tetap dilakukan setiap hari. Namun, jumlah yang diterima tidak selalu sesuai dengan pesanan karena pengiriman dari depo mengalami keterlambatan.

Menurut Suantara, SPBU Gajah Mada memesan Pertalite hingga 16 kiloliter (KL) dan Pertamax sebanyak 8 KL. Dalam kondisi tertentu, pasokan yang tiba hanya 8 KL meskipun pesanan Pertalite mencapai 16 KL. Jumlah yang diterima bergantung pada realisasi pengiriman dari depo.

“Kami pesan setiap hari. Cuma belum ada pengiriman, mungkin di depo terhalang kedatangan minyaknya. Kami sudah pesan, tetapi belum dikirim,” ung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *