Dari Lintasan Tanah Bengkala, Mimpi Pembalap Masa Depan Buleleng Mulai Dipacu
Bupati Buleleng Cup di Sirkuit Jatimas membuka ruang pembinaan sejak usia dini, sekaligus menyiapkan peluang lahirnya destinasi sport tourism dan penggerak ekonomi masyarakat.
SINGARAJA, IKLIKBALI – Deru mesin memecah suasana Desa Bengkala, Minggu (13/9/2026). Di atas lintasan tanah Sirkuit Jatimas, roda-roda motor berlomba meninggalkan jejak, debu beterbangan, sementara perhatian penonton tertuju pada para pembalap yang memacu kendaraan menuju garis akhir.
Namun, ada pemandangan lain yang mencuri perhatian dalam Kejuaraan Grass Track dan Motocross Bupati Buleleng Cup tersebut. Bukan hanya pembalap dewasa dan remaja yang tampil menaklukkan lintasan, tetapi juga anak-anak berusia sekitar 4 hingga 7 tahun yang sudah berani menunjukkan kemampuan mereka di atas motor.
Keberanian para pembalap cilik itu menjadi salah satu gambaran besarnya potensi olahraga otomotif yang dimiliki Buleleng. Dari lintasan sederhana di Desa Bengkala, harapan untuk melahirkan pembalap-pembalap andal di masa depan mulai ditumbuhkan melalui kompetisi yang memberikan ruang pembinaan sejak usia dini.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang membuka langsung ajang tersebut mengaku terkesan melihat kemampuan para pembalap muda. Menurutnya, keberanian dan penampilan anak-anak usia dini dalam mengikuti perlombaan menjadi potensi yang harus dijaga serta diarahkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Saya melihat anak-anak kita yang masih berusia sangat muda sudah memiliki keberanian dan kemampuan yang luar biasa. Ini merupakan potensi yang harus kita bina sejak dini agar ke depan Buleleng bisa melahirkan atlet-atlet otomotif yang berprestasi,” ujar Bupati Sutjidra.
Kejuaraan yang digelar RJOSS45 itu sendiri menjadi sebuah catatan tersendiri. Meski baru pertama kali dilaksanakan dan dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, sekitar dua minggu, ajang tersebut mampu menghadirkan kompetisi Grass Track dan Motocross sebagai wadah bagi pembalap dari berbagai kelompok usia untuk menunjukkan kemampuan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng, kegiatan tersebut tidak diharapkan berhenti setelah deru mesin di Sirkuit Jatimas mereda. Ada rencana yang lebih panjang, yakni menjadikan ajang Grass Track dan Motocross sebagai kegiatan yang dapat digelar secara berkelanjutan dan masuk dalam agenda tahunan.
Untuk mewujudkannya, Pemkab Buleleng akan mendorong sinergi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Buleleng dan pihak-pihak terkait. Pengembangan Sirkuit Jatimas pun akan menjadi bagian dari perhatian agar ke depan kualitas lintasan dapat terus ditingkatkan untuk mendukung penyelenggaraan kejuaraan dengan cakupan yang lebih luas.
“Ke depan tentu akan kita tata bersama. Kita akan bersinergi dengan IMI dan pihak terkait agar kegiatan ini bisa berkelanjutan, bahkan menjadi agenda tahunan. Sirkuit ini juga akan terus kita dorong agar kualitasnya dapat meningkat dan mampu menjadi tempat penyelenggaraan kejuaraan pada level yang lebih tinggi,” kata Sutjidra.
Pembinaan pun diharapkan berjalan berjenjang. Mulai dari pembalap pemula yang baru mengenal lintasan, kelompok remaja yang mulai mengasah kemampuan, hingga atlet dewasa yang telah siap mengejar prestasi. Dengan adanya kompetisi yang rutin dan ruang pembinaan yang jelas, potensi para pembalap lokal diyakini dapat berkembang lebih optimal.
Lebih jauh, lintasan di Desa Bengkala tidak hanya dipandang dari sisi olahraga. Ketika sebuah kejuaraan mampu mendatangkan peserta, keluarga, penonton, hingga komunitas otomotif, perputaran ekonomi juga ikut terbuka. Pelaku UMKM di sekitar lokasi berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan kegiatan.
Inilah yang kemudian membuka peluang pengembangan sport tourism di Buleleng. Kejuaraan olahraga tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik yang membawa orang datang, mengenal daerah, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Bupati Sutjidra pun berharap semangat “Buleleng Paten, Tangguh, Juara” tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh dalam mental setiap atlet yang berjuang membawa nama daerah. Baginya, keberanian untuk memulai dan bertanding merupakan bagian penting dalam proses menuju prestasi.
“Kita ingin anak-anak dan atlet Buleleng memiliki mental tangguh dan semangat untuk menjadi juara. Mereka jangan hanya berani turun bertanding, tetapi harus terus berproses, berlatih dan membuktikan bahwa atlet Buleleng mampu meraih prestasi yang membanggakan,” tegasnya.
Minggu itu, Sirkuit Jatimas memang hanya dipenuhi deru mesin dan debu lintasan. Namun, di balik setiap motor yang melaju, ada mimpi yang sedang dipacu. Mimpi anak-anak kecil yang mulai mengenal dunia balap, mimpi lahirnya atlet otomotif berprestasi, hingga harapan menjadikan Bengkala sebagai salah satu ruang pembinaan dan tujuan olahraga otomotif di Buleleng.
Dari lintasan tanah itu, perjalanan menuju masa depan pembalap Buleleng mungkin baru saja dimulai.
