TP PKK Bali Dorong Keluarga di Bangli Lebih Sehat dan Mandiri Lewat Aksi “Bergerak dan Berbagi”
Bantuan pangan dan edukasi gizi dipadukan dengan penguatan keterampilan keluarga, pemanfaatan pekarangan, pangan lokal, hingga kepedulian terhadap kesehatan lingkungan
BANGLI, IKLIKBALI – Kepedulian terhadap keluarga tidak cukup diwujudkan melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu dibarengi dengan pengetahuan dan keterampilan agar masyarakat mampu membangun kemandirian dari lingkungan rumah sendiri. Semangat tersebut dibawa Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melalui Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” di Kabupaten Bangli.
Kegiatan dipusatkan di Balai Banjar Selat Nyuhan, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, dan secara bersamaan dilaksanakan di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, serta Desa Satra, Kecamatan Kintamani.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta. Kehadiran kedua jajaran TP PKK tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program pemberdayaan yang menyasar kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sebanyak 50 masyarakat menerima bantuan dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, mulai dari lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, hingga kader PKK.
Bantuan yang diberikan berupa beras, telur, dan susu. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, paket tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi keluarga, terutama bagi kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi perhatian TP PKK Provinsi Bali yang terus menghadirkan kegiatan sosial di tengah masyarakat Bangli.
“Kehadiran Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali beserta jajaran merupakan kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami. Bantuan yang disalurkan hari ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama,” ujar Ny. Sariasih Sedana Arta.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat lebih luas karena masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui berbagai potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menegaskan bahwa pembangunan kesejahteraan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh. Bantuan sosial penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan edukasi, pemberdayaan, dan penguatan peran keluarga.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah pemenuhan kebutuhan gizi anak. Ny. Putri Koster mengingatkan pentingnya makanan pokok, protein, serta omega dalam menunjang tumbuh kembang anak. Pemenuhan gizi yang baik sejak masa pertumbuhan juga menjadi bagian dari langkah pencegahan stunting.
Karena itu, keluarga didorong untuk lebih cermat dalam memilih dan menyediakan makanan bagi anak. Tidak selalu harus bergantung pada bahan pangan yang mahal, sebab lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber pangan bergizi apabila dimanfaatkan dengan baik.
Pekarangan Bisa Jadi Sumber Pangan
Ny. Putri Koster juga mengajak masyarakat mulai melihat pekarangan rumah sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga. Lahan yang tersedia di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai kebutuhan dapur.
Salah satu contoh sederhana yang disampaikan adalah menanam cabai menggunakan pot di sekitar dapur. Langkah kecil tersebut dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Potensi pangan lokal Bangli juga dinilai perlu terus dikembangkan. Berbagai jenis umbi-umbian maupun jeruk yang dihasilkan masyarakat dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Pemanfaatan pangan lokal dari hulu hingga hilir diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi keluarga. Dengan demikian, program pemberdayaan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber penghasilan.
Keterampilan Keluarga Jadi Modal Ekonomi
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan pelatihan memasak bagi masyarakat. Ny. Putri Koster mengapresiasi kegiatan tersebut karena keterampilan mengolah makanan dapat memberikan manfaat ganda.
Di satu sisi, masyarakat dapat mengolah bahan pangan menjadi menu yang lebih sehat untuk keluarga. Di sisi lain, keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha apabila dilakukan secara konsisten dan dikelola dengan baik.
Pemberdayaan keluarga melalui keterampilan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian. Keluarga diharapkan tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Pelayanan Kesehatan Harus Inklusif
Selain persoalan pangan dan pemberdayaan ekonomi, Ny. Putri Koster turut memberikan perhatian terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Manajemen rumah sakit pemerintah diimbau untuk memberikan pelayanan yang baik dan manusiawi kepada seluruh masyarakat.
Pelayanan tersebut juga harus dirasakan oleh masyarakat pengguna BPJS Kesehatan. Menurutnya, setiap masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang layak tanpa dibedakan berdasarkan latar belakang maupun kondisi ekonominya.
“Pelayanan publik harus menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat utama. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa dibedakan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembagian peran di dalam keluarga. Keterlibatan laki-laki dalam pekerjaan domestik dinilai perlu diperkuat sehingga urusan rumah tangga tidak sepenuhnya dibebankan kepada perempuan.
Pembagian tugas yang lebih seimbang diharapkan dapat menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Gerakan Bersama Cegah Rabies
Perhatian terhadap kesehatan juga diperluas pada lingkungan sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster mengajak para Perbekel dan masyarakat untuk ikut aktif dalam gerakan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan.
Peran masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencegahan rabies. Vaksinasi hewan peliharaan secara rutin diharapkan dapat memberikan perlindungan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi keluarga.
Rangkaian pesan tersebut menunjukkan bahwa Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” tidak hanya berbicara mengenai bantuan pangan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai gizi, kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, pembagian peran keluarga, hingga kesehatan lingkungan.
“Semoga melalui kegiatan ini, sinergi antara TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kabupaten Bangli, dan seluruh stakeholder terkait dapat terus terjalin erat demi mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan mandiri,” tutup Ny. Putri Koster.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris 1 TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasis Giri Prasta, Sekretaris 1 TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar, Sekretaris 2 TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Pusparini Riana Putra, jajaran pengurus TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli, pimpinan OPD Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli, perwakilan PD IBI Provinsi Bali, para camat, Ketua TP PKK Kecamatan, Perbekel, serta kader PKK desa.
Melalui Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”, TP PKK berharap kepedulian terhadap masyarakat dapat terus berkembang menjadi gerakan pemberdayaan. Bantuan yang diberikan menjadi langkah awal, sementara pengetahuan, keterampilan, pemanfaatan pangan lokal, dan optimalisasi pekarangan menjadi modal bagi keluarga untuk tumbuh lebih sehat, produktif, dan mandiri.
