13/10/2026

40 Tahun Tirta Hita Melayani Buleleng, Sutjidra Minta Kualitas Air Bersih Terus Ditingkatkan

0
image

Momentum HUT ke-40 menjadi pijakan Perumda Tirta Hita untuk memperkuat pelayanan, meningkatkan inovasi, dan memastikan keberlanjutan sumber air

SINGARAJA, IKLIKBALI – Empat dekade bukan waktu yang singkat bagi sebuah perusahaan daerah untuk terus hadir memenuhi kebutuhan masyarakat. Perjalanan 40 tahun Perumda Air Minum Tirta Hita Kabupaten Buleleng menjadi catatan panjang sekaligus tantangan baru untuk memastikan pelayanan air bersih ke depan semakin baik.

Hal itu menjadi semangat dalam peringatan HUT ke-40 Perumda Air Minum Tirta Hita yang dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekda Gede Suyasa, serta jajaran Forkopimda Buleleng, Kamis (10/9/2026). Tahun ini, peringatan mengangkat tema “Soliditas Untuk Pelayanan Prima.”

Bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng, keberadaan Perumda Tirta Hita memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih bukan hanya bagian dari pelayanan publik, tetapi juga menjadi penopang kehidupan rumah tangga, aktivitas ekonomi, hingga kesehatan masyarakat.

Karena itu, memasuki usia ke-40, Perumda Tirta Hita diharapkan tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Perusahaan daerah tersebut didorong untuk terus melakukan pembenahan dan menyesuaikan pola pelayanan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memberikan apresiasi terhadap seluruh jajaran Perumda Tirta Hita yang telah menjalankan tugas pelayanan selama empat puluh tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan hasil dari kerja bersama yang harus dilanjutkan dengan semangat pembaruan.

“Empat puluh tahun merupakan perjalanan yang panjang. Ini tentu patut kita apresiasi, tetapi sekaligus menjadi momentum untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan bagaimana pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” kata Sutjidra.

Ia menilai soliditas internal menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pelayanan yang lebih optimal. Kekompakan antarkaryawan, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan harus menjadi kekuatan perusahaan dalam menghadapi tantangan pelayanan air bersih.

Menurut Sutjidra, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan air bersih akan terus berkembang. Kondisi tersebut menuntut Perumda Tirta Hita untuk mampu memberikan pelayanan yang semakin responsif, efektif, dan berkualitas.

“Pelayanan harus terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Jangan sampai kita hanya mempertahankan pola yang sudah ada, tetapi harus berani melakukan inovasi dan perbaikan agar pelayanan semakin mudah dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain aspek pelayanan, Sutjidra juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia. Kompetensi dan profesionalisme pegawai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia berharap seluruh jajaran Perumda Tirta Hita memiliki semangat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat sebagai pelanggan.

Di sisi lain, tantangan pengelolaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan distribusi kepada pelanggan. Keberadaan sumber air sebagai bahan baku utama juga harus mendapatkan perhatian serius.

Sutjidra menekankan perlunya menjaga kelestarian sumber-sumber air agar ketersediaannya tetap terjamin dalam jangka panjang. Upaya menjaga lingkungan dan sumber air menjadi investasi penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

“Air merupakan kebutuhan dasar dan sumber kehidupan. Karena itu, keberlanjutan sumber air harus menjadi perhatian bersama. Kita harus memastikan apa yang kita manfaatkan hari ini tetap tersedia untuk masyarakat di masa yang akan datang,” tegasnya.

Tema “Soliditas Untuk Pelayanan Prima” pun diharapkan tidak hanya menjadi tema seremonial HUT. Tema tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, pembenahan manajemen, inovasi, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga terus mendorong agar Perumda Tirta Hita mampu berkembang sebagai perusahaan daerah yang sehat sekaligus tetap menjalankan fungsi pelayanan publik secara optimal.

Sutjidra mengatakan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. Kolaborasi antara Pemkab Buleleng dan Perumda Tirta Hita diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul dalam pelayanan air bersih.

“Pemerintah tentu akan terus mendukung sepanjang sesuai dengan kewenangan dan kemampuan daerah. Harapan kita, Perumda Tirta Hita semakin kuat dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik,” katanya.

Memasuki dekade kelima, perjalanan Perumda Tirta Hita diharapkan tidak sekadar melanjutkan apa yang telah dilakukan selama 40 tahun terakhir. Pengalaman tersebut harus menjadi modal untuk melakukan lompatan dalam pelayanan dan pengelolaan perusahaan.

Peningkatan kualitas air, kontinuitas pelayanan, inovasi teknologi, penguatan SDM, serta perlindungan sumber air menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperhatikan agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani secara optimal.

Sutjidra juga mengajak seluruh jajaran Perumda Tirta Hita menjadikan HUT ke-40 sebagai momentum memperkuat semangat pengabdian.

“Usia 40 tahun harus menjadi energi baru. Mari kita jaga soliditas, tingkatkan profesionalisme, dan bersama-sama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Buleleng,” tutupnya.

Dengan semangat tersebut, Perumda Air Minum Tirta Hita diharapkan mampu memasuki perjalanan berikutnya dengan fondasi yang semakin kuat, pelayanan yang semakin prima, serta komitmen yang semakin besar dalam menjaga kebutuhan air bersih masyarakat Buleleng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *