25/08/2026

Pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani Berlanjut, Titik 9 dan 10 Resmi Dikerjakan

0
image

Ground breaking yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster menandai dimulainya pembangunan dua titik baru yang diharapkan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan.

SINGARAJA,IKLIKBALI – Proyek pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani kembali memasuki tahap lanjutan. Setelah sejumlah ruas sebelumnya rampung dikerjakan, kini pembangunan difokuskan pada titik 9 dan titik 10 yang secara resmi dimulai melalui Upacara Adat Ngeruak dan dilanjutkan dengan prosesi ground breaking, Rabu (7/1).

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, didampingi Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya, serta Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa proyek shortcut Singaraja–Mengwitani merupakan infrastruktur strategis yang memiliki peran penting dalam memperkuat aksesibilitas antara wilayah Bali Selatan dan Bali Utara. Menurutnya, pembangunan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan berbagai sektor.

“Shortcut ini menjadi kebutuhan masyarakat Bali karena akan memperlancar konektivitas antara Bali Utara dan Bali Selatan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga pariwisata dan sektor-sektor lainnya,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu menambahkan bahwa pembangunan jalan alternatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Untuk itu, ia memastikan proses pengerjaan akan terus mendapat perhatian dan pengawasan secara langsung.

“Ini merupakan proyek strategis yang akan terus kami kawal agar pembangunannya berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Koster juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam mendukung percepatan pembangunan shortcut, termasuk dalam proses pembebasan lahan dan koordinasi teknis di lapangan.

“Koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan sangat baik. Kami terus berkomunikasi untuk memastikan setiap tahapan proyek dapat berjalan tepat waktu,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa pembangunan titik 9 dan 10 akan membawa perubahan signifikan terhadap tingkat keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan pada jalur Denpasar–Singaraja.

Menurutnya, keberadaan shortcut akan memangkas jumlah tikungan tajam di jalur tersebut secara drastis, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

“Dengan terbangunnya shortcut ini, jumlah tikungan yang sebelumnya mencapai 58 titik akan berkurang menjadi 21 titik. Hal ini tentu akan meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan perjalanan masyarakat,” jelas Asep.

Ia menambahkan, proyek tersebut juga akan memberikan manfaat besar bagi kendaraan berat seperti truk dan bus yang setiap hari melintasi jalur penghubung Bali Utara dan Bali Selatan. Selain mengurangi tingkat bahaya di ruas jalan, kemiringan jalan yang sebelumnya mencapai 27 persen akan diturunkan hingga maksimal 10 persen.

“Peningkatan kualitas infrastruktur ini akan mengubah status ruas jalan dari kategori sangat berbahaya menjadi lebih aman bagi seluruh pengguna,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *