25/08/2026

Bali dan Sulawesi Utara Perkuat Sinergi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

0
image

Wakil Gubernur Giri Prasta mendorong pengembangan desa wisata sebagai fondasi utama peningkatan kualitas destinasi.

DENPASAR, IKLIKBALI – Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjajaki kerja sama pengembangan sektor pariwisata melalui pertemuan antara Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay di Kantor Gubernur Bali, Rabu (15/7).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mempelajari berbagai strategi Bali dalam membangun industri pariwisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara mengungkapkan bahwa daerahnya tengah mengembangkan KEK Pariwisata Likupang yang mulai dirintis sejak 2019. Selain itu, peningkatan konektivitas penerbangan internasional dari Manado menuju sejumlah kota di Tiongkok turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Kami masih membutuhkan banyak masukan dari Bali, terutama terkait pengelolaan destinasi, pengembangan budaya sebagai daya tarik wisata, dan penguatan regulasi,” ungkap Johannes Victor Mailangkay.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyatakan kesiapan Bali untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan sektor pariwisata. Menurutnya, kerja sama antardaerah harus diwujudkan melalui program-program konkret yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita adalah saudara. Saya berharap hubungan ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini, tetapi terus berlanjut melalui kolaborasi yang nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menekankan pentingnya penataan kawasan wisata secara terintegrasi, mulai dari zona inti, kawasan penyangga, hingga pengelola yang memiliki kewenangan yang jelas.

Ia juga menilai desa wisata menjadi salah satu kekuatan utama dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata.

“Wisatawan selalu mencari pengalaman baru. Oleh karena itu, desa wisata harus dikembangkan sebagai pusat aktivitas yang didukung infrastruktur dan sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Desa Kutuh dalam mengelola Pantai Pandawa dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *