25/08/2026

Turnamen SGRNOW Esports Competition Jadi Panggung Talenta Muda Buleleng Bidik Prestasi Porprov Bali 2027

0
image

Kolaborasi media, ESI Kabupaten Buleleng, dan Bichito Coffee membuka ruang pembinaan atlet esports sejak usia pelajar hingga mahasiswa.

SINGARAJA,iKLIKBALI– Upaya menyiapkan atlet esports Kabupaten Buleleng menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 mulai dilakukan melalui berbagai kompetisi. Salah satunya diwujudkan lewat penyelenggaraan SGRNOW Esports Competition #1 yang digelar di Bichito Coffee, Singaraja, Sabtu (18/7). Turnamen Mobile Legends: Bang Bang tersebut mempertemukan 85 gamer yang tergabung dalam 17 tim, terdiri atas pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Kompetisi yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 23.00 Wita itu merupakan hasil kolaborasi antara SGRNOW, Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Buleleng, dan Bichito Coffee. Selain menjadi ajang kompetitif bagi para pecinta esports, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai wadah pemantauan atlet potensial yang nantinya dipersiapkan memperkuat kontingen Buleleng pada Porprov Bali 2027, saat Buleleng dipercaya menjadi tuan rumah.

Ketua Umum ESI Kabupaten Buleleng, Gede Agus Muliawan, S.Sos, menilai semakin banyak kompetisi yang terselenggara, semakin besar pula peluang menemukan atlet-atlet berbakat yang layak mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.”Kami mengucapkan terima kasih kepada Singaraja Now yang telah ikut membantu membangun ekosistem esports di Kabupaten Buleleng. Turnamen seperti ini menjadi sarana untuk mendata tim-tim dan pemain potensial yang nantinya dapat menjadi atlet binaan ESI Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

Menurut Agus, proses seleksi atlet tidak hanya didasarkan pada hasil satu kompetisi, tetapi melihat perkembangan dan konsistensi setiap pemain dalam berbagai turnamen.

“Melalui event seperti ini kami bisa melihat perkembangan pemain dan tim. Semua memiliki peluang menjadi atlet binaan ESI, tidak hanya berdasarkan satu kali juara, tetapi juga konsistensi mereka di berbagai turnamen. Semua punya kesempatan yang sama untuk memperkuat kontingen Buleleng,” katanya.

Ia mengungkapkan, capaian satu medali emas cabang esports pada Porprov Bali 2025 menjadi modal sekaligus penyemangat untuk meraih hasil yang lebih baik saat Buleleng menjadi tuan rumah dua tahun mendatang.

“Sebagai tuan rumah, target kami tentu meningkat. Kami berharap bisa meraih lebih dari satu medali emas. Karena itu, semakin sering turnamen digelar, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet baru yang siap bersaing membawa nama Buleleng,” tegasnya.

Turnamen tersebut juga dipantau langsung Ketua KONI Kabupaten Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, SH. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan cabang olahraga esports yang akan kembali dipertandingkan pada Porprov Bali 2027.

“Saya hadir untuk melihat langsung perkembangan esports di Kabupaten Buleleng. Turnamen yang diselenggarakan Singaraja Now ini diikuti 85 peserta dari 17 tim. Ini menunjukkan perkembangan esports di Buleleng sangat baik dan atlet-atlet yang tampil memiliki kemampuan yang cukup mumpuni,” ujarnya.

Menurut Gede Supriatna, kompetisi yang rutin digelar menjadi sarana penting dalam mengidentifikasi atlet potensial sejak dini sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih terarah.”Ajang seperti ini sangat penting untuk melihat kemampuan atlet sejak dini. Mudah-mudahan melalui pembinaan yang berkelanjutan kita bisa mendapatkan atlet-atlet terbaik yang siap memperkuat Buleleng pada Porprov Bali 2027,” katanya.

Ia menambahkan, status Buleleng sebagai tuan rumah Porprov Bali 2027 membawa tanggung jawab besar untuk meningkatkan prestasi olahraga di seluruh cabang, termasuk esports.”Target kami jelas, meningkatkan prestasi dan berusaha menjadi yang terbaik sebagai tuan rumah. Namun yang tidak kalah penting adalah sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses dalam pertanggungjawaban pelaksanaan Porprov nanti,” tegasnya.

Persaingan sepanjang turnamen berlangsung ketat hingga babak final. Tim De Bracuk yang beranggotakan mahasiswa berhasil meraih gelar juara pertama setelah tampil konsisten sepanjang kompetisi. Posisi kedua ditempati tim dari SMP Negeri 1 Singaraja, sedangkan peringkat ketiga diraih tim alumni SMP Negeri 5 Singaraja. Hasil tersebut menunjukkan potensi atlet esports Buleleng terus tumbuh dari berbagai jenjang pendidikan.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Umum ESI Kabupaten Buleleng kembali menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari proses pencarian atlet yang akan diproyeksikan memperkuat Buleleng pada ajang Porprov mendatang.”Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi bagian dari proses scouting atlet. Para pemain yang memiliki kemampuan dan konsistensi akan kami data untuk menjadi atlet binaan ESI Kabupaten Buleleng. Mereka nantinya akan mengikuti pembinaan berjenjang sebagai persiapan menghadapi Porprov Bali 2027,” jelas Agus.

Ia berharap semakin banyak media, komunitas esports, maupun pelaku usaha yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi serupa. Dengan semakin banyak turnamen yang digelar, proses pembinaan atlet diyakini akan berjalan lebih maksimal.

Keberhasilan penyelenggaraan SGRNOW Esports Competition #1 menjadi awal yang menjanjikan bagi penguatan ekosistem esports di Bali Utara. Sinergi antara SGRNOW, ESI Kabupaten Buleleng, dan Bichito Coffee diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama Buleleng di Porprov Bali 2027 hingga mampu bersaing pada level nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *