Tim Gabungan Terus Berjuang Padamkan Kebakaran Hutan di Pemuteran
Medan terjal dan cuaca kering menjadi tantangan utama bagi petugas gabungan yang hingga kini masih berjibaku mengendalikan kobaran api di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak
SINGARAJA, IKLIKBALI – Penanganan kebakaran yang melanda kawasan Hutan Lindung di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi. Sinergi lintas sektor kembali diperkuat untuk mengendalikan api yang hingga Sabtu (18/7) sore masih membakar sejumlah titik di kawasan perbukitan tersebut.
Operasi pemadaman melibatkan personel dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), serta unsur terkait lainnya.
Sejak pagi hari, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melakukan pendakian menuju lokasi kebakaran. Kondisi geografis yang curam dan sulit diakses menyebabkan proses penanganan tidak dapat menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berkapasitas besar.
Untuk menjangkau titik-titik api, petugas membawa kantong air (water bag) dan memanfaatkan peralatan sederhana. Sejumlah personel juga menggunakan dahan pohon untuk memukul api agar tidak semakin meluas ke area vegetasi di sekitarnya.
Guna mempercepat proses pemadaman, tim dibagi menjadi dua kelompok yang bergerak dari arah berbeda. Strategi tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke wilayah hutan yang lebih luas.
Namun, hingga pukul 15.00 Wita, api masih terlihat membakar kawasan hutan lindung. Cuaca panas yang disertai angin kencang di kawasan perbukitan menjadi faktor yang memperumit proses pemadaman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, menjelaskan bahwa seluruh personel gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujarnya.
Menurut Dharma Sudana, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan kebakaran hutan di wilayah tersebut. Ia memastikan seluruh personel tetap siaga dan melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan situasi di lapangan.
“Kolaborasi seluruh unsur sangat penting dalam menghadapi kondisi seperti ini. Keselamatan petugas menjadi prioritas utama, namun upaya pemadaman dan pencegahan penyebaran api akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar terkendali,” tambahnya.
Hingga sore hari, TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih bertahan di lokasi kejadian untuk melanjutkan proses pemadaman sekaligus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang masih aktif.
“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” pungkas Dharma Sudana.
