75 Pelajar Ramaikan Chinese Chess Championship XXI di Buleleng
Wabup Gede Supriatna Ajak Peserta Jadikan Xiangqi sebagai Ruang Belajar, Berprestasi, dan Membentuk Karakter
SINGARAJA, IKLIKBALI– Sebanyak 75 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA ambil bagian dalam Chinese Chess Championship XXI yang digelar di SD Negeri 1 Kampung Baru, Sabtu (15/8). Kompetisi catur gajah atau Xiangqi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng.
Kegiatan yang diselenggarakan Federasi Xiangqi Indonesia (FEXI) tersebut turut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, pelaksanaan kejuaraan diharapkan dapat memperluas pengenalan olahraga Xiangqi di kalangan pelajar sekaligus mendorong munculnya atlet-atlet muda potensial di Buleleng.
Semangat para peserta sudah terlihat sejak pagi. Mereka mengikuti pertandingan dengan penuh konsentrasi dan antusias. Adu kecermatan dalam menentukan langkah di atas papan catur berlangsung cukup kompetitif, tetapi tetap dalam suasana positif dengan mengedepankan nilai sportivitas.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Supriatna memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan. Apresiasi disampaikan kepada panitia, peserta, guru pendamping, serta pihak lainnya yang telah ikut mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.

Ia melihat keikutsertaan puluhan pelajar sebagai modal yang baik bagi keberlangsungan olahraga Xiangqi di Buleleng. Semakin banyak generasi muda yang mengenal dan menekuni catur gajah, semakin terbuka pula peluang untuk mendapatkan atlet potensial yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Supriatna berharap dari kompetisi ini dapat muncul talenta-talenta baru yang mampu berkembang menjadi atlet berprestasi. Tidak hanya mampu bersaing di tingkat Kabupaten Buleleng maupun Bali, tetapi juga diharapkan mampu mengharumkan nama daerah pada kompetisi tingkat nasional.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak semata-mata mengejar kemenangan. Menurut Supriatna, proses dalam pertandingan jauh lebih penting karena dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan, melatih ketenangan dalam mengambil keputusan, membangun mental juang, serta menumbuhkan sikap menghormati sesama peserta.
“Bertandinglah dengan semangat dan junjung tinggi fair play. Jangan menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar, mengasah kemampuan, membangun mental juara, dan menghargai lawan,” pesan Supriatna.
Berlangsung bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kejuaraan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat para pelajar untuk terus belajar, berusaha, berkarya, dan menghadirkan prestasi yang dapat dibanggakan bagi daerah.
Ke depan, keberadaan Xiangqi di Buleleng diharapkan semakin berkembang dan mendapat tempat di kalangan generasi muda. Tidak hanya melahirkan pemain dengan kemampuan strategi yang baik, tetapi juga membentuk anak-anak muda yang memiliki karakter kuat, menjunjung sportivitas, dan siap berkompetisi secara sehat.
Dengan demikian, papan catur tidak hanya menjadi tempat menguji kecerdasan dan strategi, tetapi juga menjadi salah satu ruang pembinaan generasi muda Buleleng menuju prestasi yang lebih tinggi.
