Bondres Jadi Media Edukasi HIV/AIDS, Tim Pengabdian Universitas Udayana Perkuat Peran Remaja di Desa Giri Emas
Program METIMPAL menggabungkan seni budaya Bali dengan edukasi kesehatan reproduksi untuk membentuk generasi muda sebagai pendidik sebaya dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.
SINGARAJA, IKLIKBALI – Pendekatan berbasis budaya lokal kembali dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana menggelar penyuluhan mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi melalui pertunjukan teater tradisional Bondres di Kantor Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Sabtu (1/8).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program METIMPAL (Membangun Edukasi Tim Inisiator Muda Pendidik Antar-Lingkar) tersebut melibatkan 15 anggota Karang Taruna Desa Giri Emas dan dihadiri masyarakat setempat. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja dan warga mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan HIV/AIDS, sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Rangkaian kegiatan diawali dengan simulasi atau role play yang diperankan oleh para peserta. Dalam penampilan tersebut, para remaja menggambarkan berbagai persoalan yang kerap dihadapi generasi muda, seperti perilaku seks berisiko, penyalahgunaan minuman beralkohol, kecanduan narkoba, hingga maraknya judi daring. Simulasi ini menjadi pintu masuk untuk mengajak peserta memahami risiko serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan dan kehidupan sosial.
Setelah sesi tersebut, edukasi dilanjutkan melalui pertunjukan Bondres METIMPAL yang dikemas secara ringan dan menghibur. Dengan mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Bali, para pemeran Bondres menyampaikan informasi mengenai cara penularan HIV, langkah-langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan sejak dini, serta mengajak masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.
Selain menyampaikan materi edukasi, tim juga memperkenalkan aplikasi METIMPAL sebagai media digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh sekaligus menyebarluaskan informasi terkait HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi secara lebih luas.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Udayana mengatakan, pemanfaatan seni tradisional dipilih karena mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih akrab dan mudah diterima oleh masyarakat.
“Bondres merupakan bagian dari budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Bali. Ketika pesan kesehatan disampaikan melalui media yang menghibur, materi menjadi lebih mudah dipahami, diingat, dan diterima oleh berbagai kalangan. Kami berharap pendekatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak hanya kalangan remaja, masyarakat Desa Giri Emas juga aktif mengikuti pertunjukan dan berdiskusi mengenai berbagai isu kesehatan reproduksi maupun pencegahan HIV/AIDS.
Program METIMPAL sendiri merupakan implementasi Hibah Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Melalui program ini, Universitas Udayana berupaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui metode edukasi yang inklusif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter budaya lokal.
Kegiatan di Desa Giri Emas juga menjadi langkah awal pembentukan METIMPAL di tingkat desa. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan dipersiapkan menjadi peer educator atau pendidik sebaya yang nantinya dapat menyampaikan informasi mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi kepada teman sebaya maupun masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga upaya pencegahan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Apabila ditujukan untuk media online, rilis ini sudah menggunakan gaya jurnalistik yang lebih mengalir, berbeda dari naskah asli, serta tetap mempertahankan seluruh substansi informasi.
