25/08/2026

Tumpek Krulut Jadi Momentum Gerakan Berbagi, Gubernur Koster Dorong Budaya Kasih Sayang dan Penguatan UMKM Bali

0
image (3)

Ajak Pemerintah Kabupaten/Kota Menumbuhkan Tradisi Berbagi sebagai Wujud Kepedulian Sosial Sekaligus Menggerakkan Perekonomian Lokal.

GIANYAR, IKLIKBALI – Peringatan Rahina Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang dimanfaatkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk mengajak masyarakat memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat saling membantu. Ajakan tersebut diwujudkan melalui program berbagi makanan gratis kepada masyarakat dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh kabupaten/kota di Bali, Sabtu (1/8).

Kegiatan berbagi dilaksanakan di satu hingga dua UMKM pada masing-masing daerah sebagai bentuk sinergi antara aksi sosial dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Salah satu lokasi yang dikunjungi langsung oleh Gubernur Koster adalah Warung Nasi Pindang Dadong Rintin di Desa Sakah, Kabupaten Gianyar. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat menikmati hidangan yang disediakan secara cuma-cuma.

Menurut Gubernur Koster, makna Tumpek Krulut tidak hanya dipahami sebagai tradisi budaya, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menghadirkan nilai kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.

“Tumpek Krulut merupakan momentum untuk memperkuat rasa kasih sayang, kepedulian, dan saling menghormati. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam aksi nyata, salah satunya melalui budaya berbagi kepada sesama agar kebersamaan masyarakat Bali semakin kokoh,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Ia juga berharap gerakan berbagi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali untuk mengembangkan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Dengan demikian, semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat tumbuh menjadi budaya yang terus terpelihara di tengah masyarakat.

Selain memberikan manfaat sosial, program ini dinilai mampu mendukung keberlangsungan usaha pelaku UMKM lokal. Melalui keterlibatan usaha kuliner setempat, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan makanan gratis, tetapi juga ikut mengenal produk-produk khas daerah yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan kuliner Bali.

Pemilik Warung Nasi Pindang Dadong Rintin, Wayan Suarsa, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya usahanya sebagai lokasi pelaksanaan program. Warung yang telah berdiri sejak tahun 1960 tersebut dikenal mempertahankan cita rasa tradisional nasi pindang dengan menu khas berupa sayur dan telur tanpa menggunakan ayam maupun daging.

Menurutnya, inisiatif Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi media promosi yang efektif bagi UMKM lokal.

“Program ini sangat berarti bagi kami. Selain menjadi wujud kepedulian kepada masyarakat, kegiatan ini juga membantu memperkenalkan usaha kami kepada masyarakat yang lebih luas. Kami berharap perhatian pemerintah terhadap UMKM terus berlanjut melalui pendampingan dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha,” ungkap Wayan Suarsa.

Hal senada disampaikan salah seorang warga, Retno Lestari asal Ubung Kaja. Ia mengaku bersyukur dapat merasakan manfaat program tersebut dan menilai kegiatan itu mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Saya merasa senang bisa ikut dalam kegiatan berbagi ini. Program seperti ini bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian pemerintah sekaligus mendukung UMKM lokal. Semoga dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” katanya.

Melalui peringatan Tumpek Krulut, Gubernur Koster kembali mengajak seluruh masyarakat Bali untuk menjadikan nilai kasih sayang, kepedulian, dan gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut diharapkan mampu mempererat keharmonisan sosial sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM di seluruh Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *