Menjemput HUT ke-81 RI dengan Doa, Pemkab Buleleng Gelar Matur Piuning di Sejumlah Pura
Dipimpin Bupati I Nyoman Sutjidra, rangkaian persembahyangan menjadi bentuk permohonan restu agar seluruh agenda peringatan kemerdekaan di Buleleng berjalan aman, lancar, tertib, dan sarat makna.
SINGARAJA, IKLIKBALI – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengawali rangkaian perayaan dengan sebuah tradisi yang sarat makna. Bukan sekadar persiapan teknis, pemerintah daerah terlebih dahulu memanjatkan doa melalui upacara matur piuning, Jumat (14/8).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng. Matur piuning menjadi wujud permohonan restu dan keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian kegiatan menyambut dan memperingati HUT ke-81 RI dapat terlaksana dengan baik.
Rangkaian persembahyangan diawali di Pura Padma Bhuana Kantor Bupati Buleleng. Dari lokasi tersebut, rombongan kemudian melanjutkan persembahyangan ke Pura Agung Jagatnatha, dilanjutkan ke Pura Pajenengan Panji Sakti, dan berakhir di Pura Perjuangan Monumen Bhuana Kerta Singaraja.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng, matur piuning bukan hanya bagian dari tradisi menjelang sebuah perayaan. Di balik prosesi tersebut terdapat pesan spiritual sekaligus pengingat bahwa setiap rangkaian kegiatan hendaknya diawali dengan doa, ketulusan, serta harapan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, matur piuning dilaksanakan sebagai bentuk permohonan agar seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Buleleng berlangsung dengan aman, lancar, tertib, dan penuh makna.
“Melalui persembahyangan ini, kami memohon restu agar peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa dan daerah,” ujar Bupati Sutjidra.
Merawat Semangat Kemerdekaan
Momentum HUT ke-81 RI bagi Pemkab Buleleng tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial. Semangat kemerdekaan diharapkan terus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan persatuan, kebersamaan, pelayanan publik, serta pengabdian kepada masyarakat.
Nilai-nilai kebangsaan juga diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Buleleng.
Melalui rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal.
Dari tempat-tempat suci yang menjadi bagian dari perjalanan matur piuning, doa untuk kelancaran perayaan kemerdekaan pun dipanjatkan. Sebuah ikhtiar spiritual untuk menyambut hari bersejarah bangsa dengan semangat kebersamaan dan pengabdian.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
