25/08/2026

Wagub Giri Prasta Hadiri Maligia Punggel di Karangasem, Perkuat Pelestarian Warisan Adat Bali

0
image

Pemprov Bali Serahkan Bantuan dan Ajak Masyarakat Menjaga Tradisi Leluhur di Tengah Modernisasi

KARANGASEM,IKLIKBALI  – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya Maligia Punggel (Atma Wedana) yang berlangsung di Puri Ageng Selat, Desa Selat, Kabupaten Karangasem, Selasa (21/7) pagi. Kehadiran Wakil Gubernur Bali menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Upacara sakral tersebut diikuti oleh 43 sawa dan menjadi bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan yadnya umat Hindu di Bali. Prosesi Atma Wedana memiliki makna mendalam sebagai upaya penyucian roh leluhur agar dapat mencapai tingkatan kehidupan spiritual yang lebih tinggi.

Setibanya di lokasi, Wagub Giri Prasta disambut langsung oleh para penglingsir Puri Ageng Selat serta tokoh masyarakat setempat. Rangkaian upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan melibatkan partisipasi masyarakat yang turut menjaga kelestarian tradisi Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi dan adat istiadat Bali harus terus dijaga sebagai identitas dan kekuatan budaya Pulau Dewata di tengah perkembangan zaman.

“Tradisi dan budaya Bali merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi. Pemerintah Provinsi Bali akan terus hadir untuk mendukung pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat Bali,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan upacara yadnya tidak hanya menjadi wujud bakti kepada leluhur, tetapi juga mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan upacara, Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan dana punia sebesar Rp25 juta. Selain itu, secara pribadi, Wakil Gubernur Bali juga memberikan punia senilai Rp20 juta kepada panitia pelaksana.

Ia berharap semangat masyarakat dalam menjaga tradisi tetap terpelihara sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual Bali dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pelestarian adat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat agar budaya Bali tetap lestari dan mampu bertahan menghadapi tantangan global,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *