13/10/2026

Rp3,49 Miliar Bantuan Pertanian Digelontorkan ke Buleleng, Petani Dapat Alsintan hingga 1,37 Juta Bibit Kopi

0
IMG-20260906-WA0013

Bupati Sutjidra bersama Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama menyerahkan rice transplanter, bibit kelapa genjah, serta kopi untuk puluhan subak dan kelompok tani di Buleleng.

SINGARAJA, IKLIKBALI – Dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Buleleng kembali datang dari pemerintah pusat. Kali ini, bantuan senilai total Rp3,494 miliar digelontorkan dalam bentuk alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit kelapa dan kopi.

Bantuan tersebut diserahkan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama kepada perwakilan subak dan kelompok tani di Aula Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Minggu (6/9) .

Yang menarik, bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan mekanisasi pertanian. Pemerintah juga mendorong penguatan komoditas perkebunan melalui penyaluran 55 ribu bibit kelapa genjah dan sekitar 1,37 juta bibit kopi arabika serta robusta.

Sementara untuk mendukung efisiensi pengolahan lahan sawah, sebanyak 14 unit rice transplanter beserta tray planter diberikan kepada 14 subak yang tersebar di tujuh kecamatan.

Bagi petani, keberadaan alsintan menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah tuntutan efisiensi waktu dan tenaga dalam menggarap lahan. Namun, bantuan tersebut juga menuntut pengelolaan yang tepat agar manfaatnya tidak berhenti pada seremoni penyerahan.

Bupati Sutjidra meminta subak dan kelompok tani yang menerima bantuan memanfaatkan alsintan secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan waktu tanam bibit kopi dan kelapa agar tingkat keberhasilannya tinggi.

“Bibitnya secara simultan kita akan tanam di bulan November khususnya di daerah atas. Karena kalau sekarang musim kering banyak yang mati,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, komoditas kelapa dan kopi memiliki peluang ekonomi yang cukup besar. Karena itu, pengembangan kedua komoditas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini salah satu di samping ketahanan pangan juga meningkatkan kesejahteraan para petani.”

Tak Sekadar Bantuan, Produk Lokal Didorong Naik Kelas

Pemkab Buleleng juga mulai mengarahkan perhatian pada persoalan nilai tambah hasil pertanian. Bantuan sarana produksi dinilai perlu dibarengi dengan strategi agar produk lokal mampu memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Salah satunya melalui fasilitasi Indikasi Geografis (IG) untuk produk pertanian lokal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas dan daya saing produk Buleleng.

Sutjidra menyebut pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan traktor kepada sejumlah subak. Menurutnya, dukungan alat pertanian menjadi penting di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Ia pun mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui program bantuan pertanian tersebut.

14 Rice Transplanter, 55 Ribu Kelapa dan 1,37 Juta Bibit Kopi

Jika dirinci, bantuan yang disalurkan terdiri dari tiga kelompok utama.

Pertama, 14 unit rice transplanter beserta tray planter senilai sekitar Rp1,089 miliar untuk 14 subak di Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Sukasada, Banjar, Seririt dan Busungbiu.

Kedua, 55.000 bibit kelapa genjah senilai sekitar Rp650 juta yang diberikan kepada 24 subak/kelompok tani di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar dan Seririt.

Ketiga, 1.370.000 bibit kopi arabika dan robusta senilai sekitar Rp1,755 miliar untuk 44 subak/kelompok tani di Kecamatan Busungbiu, Sukasada, Sawan, Banjar dan Kubutambahan.

Totalnya mencapai Rp3,494 miliar, bersumber dari Dana Aspirasi DPR RI Komisi IV dan APBN.

DPR RI: Bantuan Harus Berujung pada Kesejahteraan

Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan petani dengan program pemerintah pusat.

Ia juga mengapresiasi antusiasme petani dalam menerima bantuan tersebut. Namun, yang lebih penting menurutnya adalah memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian.

“Kita harapkan ke depan bantuan pemerintah ini disambut dan dipergunakan dengan baik, sehingga bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat kita, khususnya petani yang ada di Buleleng dan Bali umumnya.”

Sebelum penyerahan bantuan, Sutjidra dan Adi Wiryatama juga meninjau aktivitas pertanian di lingkungan Dinas Pertanian. Keduanya sempat memanen selada, pokcoy dan pare serta melihat program lekung (lele kangkung) yang dikembangkan sebagai salah satu model ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Bantuan Rp3,49 miliar ini pada akhirnya bukan sekadar soal jumlah alat maupun bibit yang disalurkan. Tantangannya adalah bagaimana seluruh bantuan tersebut benar-benar produktif, dikelola bersama oleh kelompok tani, dan mampu menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani Buleleng. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *