13/10/2026

Pilkel Serentak Gianyar 2026 Dimulai, Calon Perbekel Sepakati Komitmen Jaga Demokrasi Desa

0
image

Deklarasi damai menjadi pijakan bersama untuk menghadirkan pemilihan perbekel yang tertib, jujur, aman, dan tetap menjaga persaudaraan di tengah masyarakat

GIANYAR, IKLIKBALI – Seluruh calon Perbekel dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Kabupaten Gianyar Tahun 2026 menyatakan komitmen untuk menjaga seluruh tahapan pesta demokrasi di tingkat desa berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Deklarasi Damai Calon Perbekel dengan mengusung semangat “Abhipraya Nayaka Dharma Rakshaka Desa”, yang dimaknai sebagai tekad luhur untuk mendapatkan pemimpin yang mampu menjaga kebenaran, melindungi masyarakat, sekaligus membawa kemajuan bagi desa.

Deklarasi damai tersebut menjadi ruang bersama bagi seluruh peserta Pilkel untuk membangun kesepahaman bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan sosial maupun persaudaraan antarmasyarakat. Setiap calon didorong untuk mengedepankan penyampaian gagasan, program, serta visi dan misi secara santun dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, Pilkel memiliki arti penting karena menjadi salah satu bentuk pelaksanaan demokrasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Menurutnya, proses demokrasi justru perlu dibangun dari tingkat desa agar masyarakat terbiasa menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

“Pemilihan langsung itu meniru pemilihan perbekel. Artinya, demokrasi sudah diuji dari paling bawah,” ujar Mahayastra.

Ia menilai keberadaan desa sangat menentukan keberhasilan pembangunan secara keseluruhan. Desa yang mampu berkembang dan dikelola dengan baik akan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan Kabupaten Gianyar.

“Karena desa atau siapa pun yang memimpin, kalau desanya maju, kabupatennya juga maju,” ungkapnya.

Menurut Mahayastra, Pilkel bukan semata-mata kompetisi untuk memenangkan suara, melainkan proses untuk memilih sosok yang benar-benar memiliki kemampuan, integritas, serta kemauan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Ia berharap calon yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Perbekel terpilih juga diharapkan mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat ke dalam program pembangunan yang nyata dan memberikan pelayanan publik secara optimal.

“Bagaimana bisa melayani masyarakat, bisa mengabdikan dirinya, totalitas waktu, pikiran dan tenaga. Siapa pun yang menang, saya akan dorong visi dan misinya,” tegasnya.

Bupati menambahkan, kepemimpinan di tingkat desa memiliki posisi strategis karena berbagai program pembangunan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, perbekel terpilih nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan pemerintahan desa, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat.

Dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, hingga pelayanan kesehatan menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam menjalankan pemerintahan desa.

Dalam menghadapi masa kampanye, Mahayastra mengingatkan seluruh calon agar menjadikan aturan sebagai pedoman utama. Kampanye hendaknya digunakan untuk menyampaikan gagasan dan menawarkan program yang realistis serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kampanye harus sesuai dengan regulasi. Jangan ada black campaign. Kampanyekan program sebaik-baiknya dan pelajari pengelolaan fiskal desa,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para calon agar memahami secara baik kemampuan pengelolaan keuangan desa. Menurutnya, pemimpin desa harus memiliki pemahaman yang cukup mengenai pengelolaan fiskal agar program yang ditawarkan kepada masyarakat tidak berhenti sebatas janji, tetapi dapat diwujudkan melalui perencanaan dan pengelolaan anggaran yang tepat.

Selain calon perbekel, seluruh elemen yang terlibat dalam Pilkel juga diharapkan ikut menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat diminta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber konflik yang dapat mengganggu keharmonisan kehidupan sosial di desa.

“Proses Pilkel ini jangan sampai mengganggu ketertiban, keamanan dan kenyamanan. Mari kita jaga bersama agar pesta demokrasi di desa berjalan dengan baik,” pungkas Mahayastra.

Deklarasi damai tersebut diharapkan menjadi fondasi bersama dalam mewujudkan Pilkel Serentak Gianyar 2026 yang tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga mampu menghasilkan pemimpin desa yang memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen kuat untuk mengabdi dan membangun masyarakat.

Dengan semangat “Abhipraya Nayaka Dharma Rakshaka Desa”, seluruh tahapan Pilkel diharapkan menjadi proses demokrasi yang dewasa, mengedepankan persaingan gagasan, menghormati perbedaan pilihan, serta tetap menjaga persatuan masyarakat hingga seluruh rangkaian pemilihan selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *