Ketika Langkah Kecil Pelajar Sukasada Menggema untuk Indonesia
Dari barisan sederhana hingga yel-yel penuh semangat, 25 regu pelajar SD dan SMP menghidupkan suasana kemerdekaan di Kecamatan Sukasada.
SINGARAJA, IKLIKBALI – Pagi di Kecamatan Sukasada, Senin (10/8), terasa berbeda. Jalanan yang biasanya dilalui kendaraan berubah menjadi lintasan penuh semangat. Derap sepatu terdengar berirama, diselingi aba-aba dan yel-yel yang sesekali menggema dari barisan para pelajar.
Sebanyak 25 regu pelajar SD dan SMP turun ke jalan mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 16 regu berasal dari tingkat SD, sementara sembilan regu lainnya merupakan peserta SMP.
Bagi sebagian peserta, lomba ini mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam. Namun di balik barisan yang berjalan serempak, ada latihan, kedisiplinan, kekompakan, dan keberanian untuk tampil di hadapan masyarakat.
Dari titik awal di LPD Ambengan, satu per satu regu bergerak menyusuri rute sekitar 4,7 kilometer. Mereka melewati Lingkungan Lumbanan, Lingkungan Sangket, hingga Lingkungan Bantang Benua sebelum mencapai garis finis di Halaman Kantor Camat Sukasada.
Di sepanjang lintasan, wajah-wajah muda itu memperlihatkan energi yang hampir tak habis. Ada yang berkonsentrasi menjaga barisan tetap rapi, ada yang bersemangat meneriakkan yel-yel, dan ada pula yang berusaha mempertahankan ritme langkah hingga garis akhir.
Gerak jalan akhirnya bukan sekadar soal siapa yang paling cepat atau paling rapi. Di dalamnya terdapat proses belajar tentang bagaimana puluhan anak bergerak sebagai satu kesatuan.
Satu langkah yang tidak serempak bisa mengubah barisan. Satu aba-aba yang terlambat dapat mengganggu ritme. Dari hal-hal sederhana itulah para pelajar belajar bahwa kekompakan membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan.
Plt. Camat Sukasada, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda, S.IP., M.Si., melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari cara sederhana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
“Gerak jalan ini bukan hanya tentang perlombaan dan siapa yang menjadi juara. Ada nilai nasionalisme, kedisiplinan, kekompakan dan sportivitas yang ingin kita tumbuhkan sejak dini,” ujarnya.
Semangat yang terlihat di lintasan diharapkan tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Bagi pemerintah kecamatan, pengalaman mengikuti kegiatan bersama dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk membangun karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, kemerdekaan bagi generasi sekarang tidak selalu harus dimaknai melalui perjuangan di medan perang. Semangat itu dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana: belajar dengan tekun, disiplin, menghargai teman, bekerja sama dan berani menunjukkan kemampuan terbaik.
“Kami berharap semangat yang mereka tunjukkan hari ini terus dibawa ke kehidupan sehari-hari. Mereka adalah generasi penerus yang nantinya akan melanjutkan perjuangan dan pembangunan bangsa,” kata Agus.
Sorak-sorai dan tepuk tangan masyarakat yang menyaksikan dari pinggir jalan pun menjadi penyemangat tersendiri. Kehadiran warga membuat perjalanan para peserta terasa lebih hidup, sekaligus memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan masih menjadi ruang bersama untuk membangun kebersamaan.
Di ujung perjalanan, seluruh peserta akhirnya tiba di garis finis. Ada rasa lelah, tetapi juga kepuasan setelah berhasil menyelesaikan lintasan.
Para pemenang nantinya memperoleh uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi. Namun bagi para peserta, pengalaman berjalan bersama dalam satu barisan mungkin menjadi hadiah yang tidak kalah penting.
Sebab dari gerak langkah yang tampak sederhana itu, mereka belajar satu hal: bahwa mencapai tujuan bersama membutuhkan disiplin, kekompakan dan semangat untuk terus bergerak.
Dan di Sukasada, semangat itu menjadi bagian dari cara generasi muda menyambut 81 tahun Indonesia merdeka.
