13/10/2026

Jalan Dencarik–Pedawa Diperlebar, Jalur Pertanian dan Pariwisata Buleleng Makin Terhubung

0
image

Pemkab Buleleng kebut pengerjaan ruas sepanjang sekitar 6 kilometer, sejumlah tikungan rawan diperlebar untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan

SINGARAJA, IKLIKBALI – Akses menuju kawasan perdesaan di wilayah atas Kecamatan Banjar, Buleleng, perlahan mendapat wajah baru. Ruas jalan yang menghubungkan Dencarik, Cempaga, Sidatapa hingga Pedawa kini tengah ditingkatkan melalui proyek rehabilitasi dan pelebaran jalan yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Peningkatan infrastruktur tersebut bukan sekadar memperbaiki kondisi badan jalan. Jalur ini memiliki peran penting dalam membuka konektivitas antarwilayah sekaligus menunjang aktivitas masyarakat, terutama mobilitas hasil pertanian dan akses menuju kawasan pariwisata Lovina.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meninjau langsung perkembangan pekerjaan tersebut di wilayah Desa Dencarik, Desa Sidatapa dan Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Senin (7/9).

Ruas yang ditangani melalui paket Rehabilitasi Jalan Dencarik–Pedawa (Bd. Desa), Dencarik–Cempaga, SP3 Jn. Temukus–SP3 Jp. Munduk itu memiliki panjang penanganan sekitar 6 kilometer. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu proyek strategis Pemkab Buleleng sekaligus tercatat sebagai pelebaran jalan dengan bentang terpanjang yang dikerjakan pemerintah daerah tahun ini.

Saat berada di lokasi, Sutjidra memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah tikungan tajam yang sebelumnya dinilai menyulitkan pengguna jalan. Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama karena jalur juga digunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan dengan ukuran lebih besar.

Menurut Sutjidra, pelebaran pada titik-titik tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi risiko kecelakaan sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih aman bagi pengguna jalan.

“Tikungan-tikungan yang tajam tadi sudah diperlebar sehingga lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang nantinya menggunakan jalan ini,” ujar Sutjidra.

Dengan medan yang cukup menantang, proses pengerjaan ruas tersebut membutuhkan perhatian lebih dibandingkan sejumlah proyek jalan lainnya. Pemerintah daerah pun meminta penyedia jasa memastikan pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Nilai proyek ini mencapai hampir Rp10 miliar. Sutjidra menegaskan tidak boleh ada keterlambatan penyelesaian, mengingat pekerjaan telah memiliki batas waktu yang jelas.

“Sesuai dengan kontrak, nanti Desember juga harus selesai. Tadi saya sudah sampaikan kepada penyedia, jangan sampai terlambat lagi,” tegasnya.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan jalan di kawasan ini memiliki nilai strategis karena manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas jalan. Jalur tersebut menjadi penghubung sejumlah desa sekaligus bagian dari akses yang berkaitan dengan kawasan wisata Lovina.

Di sisi lain, wilayah Cempaga, Sidatapa, Pedawa dan kawasan sekitarnya juga dikenal sebagai daerah penghasil komoditas pertanian, termasuk cengkeh. Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dari kawasan atas menuju wilayah bawah.

“Jalur ini menghubungkan Cempaga, Sidatapa, kemudian Padangbulia dan Dencarik. Kawasan ini juga memiliki keterkaitan dengan kawasan Lovina,” ungkap Sutjidra.

Peningkatan akses tersebut diharapkan memberikan dampak berantai bagi masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, waktu tempuh dapat ditekan, sementara distribusi komoditas pertanian maupun pergerakan wisatawan memiliki jalur yang semakin memadai.

“Jalan bukan hanya soal menghubungkan satu desa dengan desa lainnya. Ketika aksesnya semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Hasil pertanian lebih mudah dibawa keluar dan potensi wisata di kawasan perdesaan semakin terbuka,” kata Sutjidra.

Anggaran Jalan Tersebar di Sembilan Kecamatan

Pengerjaan Dencarik–Pedawa menjadi bagian dari agenda Pemkab Buleleng dalam memperbaiki infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Tahun ini, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp70 miliar untuk paket rehabilitasi dan pelebaran jalan yang tersebar di sembilan kecamatan.

Sejumlah wilayah masuk dalam program tersebut, antara lain Kecamatan Banjar, Seririt, Gerokgak serta kawasan perkotaan Singaraja.

Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan adanya tambahan anggaran melalui perubahan anggaran. Namun, tambahan tersebut akan lebih diarahkan untuk kebutuhan pemeliharaan jalan dengan cakupan penanganan yang lebih pendek.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian untuk pemeliharaan adalah Jalan Patimura di kawasan perkotaan Singaraja.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada proyek pelebaran berskala besar. Pemeliharaan ruas yang telah digunakan masyarakat juga tetap menjadi bagian penting agar kualitas jalan dapat dipertahankan.

Ketika Warga Ikut Membuka Jalan

Ada cerita lain di balik pelebaran ruas jalan di Sidatapa. Pada beberapa titik tikungan yang membutuhkan ruang lebih lebar, masyarakat setempat secara sukarela memberikan sebagian lahannya untuk mendukung peningkatan jalan.

Tidak hanya lahan, sejumlah pohon milik warga juga direlakan untuk ditebang. Menariknya, dukungan tersebut diberikan tanpa adanya proses pembebasan lahan maupun tuntutan ganti rugi.

Bagi masyarakat, pelebaran di lokasi tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan keselamatan bersama.

“Tidak ada pembebasan lahan, tidak ada ganti rugi untuk pohon-pohon yang ditebang. Murni dari kesukarelaan masyarakat, karena untuk keamanan mereka sendiri,” jelas Sutjidra.

Swadaya masyarakat itu membuat sejumlah titik tikungan dapat diperlebar hingga sekitar 2,5 meter. Setelah pelebaran, lebar jalan pada titik tersebut mencapai sekitar 8 meter.

Pemkab Buleleng kemudian memfasilitasi proses pengerasan setelah masyarakat desa mengajukan usulan pelebaran.

Sutjidra mengapresiasi keterlibatan warga tersebut. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan infrastruktur yang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

“Partisipasi seperti ini menjadi modal penting dalam pembangunan. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, persoalan yang selama ini menjadi hambatan bisa diselesaikan dengan semangat gotong royong,” ujarnya.

Dengan target penyelesaian pada Desember mendatang, pemerintah berharap peningkatan ruas Dencarik–Cempaga hingga Pedawa dapat segera dimanfaatkan secara optimal. Jalan yang lebih lebar dan aman diharapkan tidak hanya memperlancar perjalanan warga, tetapi juga memperkuat hubungan antara sentra pertanian di wilayah atas dengan pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan bawah.

Pada akhirnya, peningkatan jalan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas Buleleng secara menyeluruh—menghubungkan desa, memperlancar hasil pertanian, membuka akses wisata, sekaligus menghadirkan perjalanan yang lebih aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *