25/08/2026

Dari Barisan Paskibraka hingga Joget Bersama, Giri Prasta Titip Pesan untuk Generasi Emas Bali

0
image

Pesan kebangsaan disampaikan dalam suasana penuh keakraban, dari apresiasi atas tugas Paskibraka hingga ajakan ikut menentukan masa depan Bali

DENPASAR, IKLIKBALI– Usai menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh disiplin dan tanggung jawab, anggota Paskibraka Provinsi Bali mendapatkan kesempatan menikmati suasana yang lebih santai bersama keluarga, pelatih, guru, purna Paskibraka serta jajaran Pemerintah Provinsi Bali.

Momen kebersamaan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Narigraha, Renon, Denpasar, Senin (17/8) malam. Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta yang hadir mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, turut menyaksikan siaran langsung prosesi penurunan Bendera Sang Merah Putih dari Istana Merdeka, Jakarta, sekaligus mengikuti acara ramah tamah bersama para Paskibraka.

Di balik suasana penuh keakraban itu, Giri Prasta menyampaikan pesan penting kepada para generasi muda. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan baris-berbaris atau menjalankan prosesi kenegaraan, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan nasionalisme.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan baik, termasuk kepada para pelatih, guru, purna Paskibraka dan orang tua yang selama ini memberikan dukungan.

Giri Prasta mengaku sempat merasa tegang ketika menyaksikan prosesi penurunan bendera. Namun, perasaan tersebut berubah menjadi kebanggaan setelah melihat penampilan para Paskibraka Bali yang tetap kompak, fokus dan bersemangat hingga seluruh rangkaian berjalan lancar.

“Di situ kita merasa terharu, seolah-olah dibawa kembali, flashback ke tahun 1945. Seolah-olah kalianlah Paskibraka yang menghantarkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujar Giri Prasta.

Ia menilai keberhasilan para Paskibraka tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Latihan yang konsisten, kedisiplinan, kerja keras, dukungan keluarga serta ketulusan para pelatih menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mereka.

Pernah Memimpikan Menjadi Paskibraka

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta juga membagikan pengalaman masa mudanya kepada para Paskibraka. Ia bercerita bahwa ketika duduk di bangku SMP hingga SMA, dirinya pernah memiliki keinginan untuk menjadi anggota Paskibraka.

Untuk mendukung cita-cita tersebut, ia bahkan sempat mengikuti latihan bela diri dengan harapan dapat memiliki sikap tubuh dan langkah yang lebih tegap. Namun, impian tersebut belum berhasil diwujudkan karena pada saat itu terdapat teman-temannya yang dinilai memiliki kemampuan lebih baik.

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Giri Prasta justru berkesempatan memberikan motivasi secara langsung kepada generasi muda yang berhasil menjalankan tugas yang dahulu pernah diimpikannya.

Karena itu, keberhasilan Paskibraka Bali menjalankan tugas pada momentum kemerdekaan menjadi kebanggaan tersendiri baginya.

Ia meminta para Paskibraka tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan tugas. Menurutnya, pengalaman yang telah diperoleh harus menjadi bekal untuk menghadapi perjalanan yang lebih panjang.

“Dengan semangat, disiplin dan ketekunan yang kalian miliki hari ini, perjalanan kalian masih panjang. Tetap semangat, terus belajar dan jangan pernah menyerah. Apa pun yang kalian cita-citakan, kejarlah dengan sungguh-sungguh. Dunia ada di tangan kalian,” pesannya.

Paskibraka Disiapkan Menjadi Generasi Penerus

Giri Prasta menegaskan bahwa berakhirnya tugas Paskibraka bukan berarti berakhir pula proses pembentukan karakter yang telah mereka jalani. Nilai kedisiplinan, nasionalisme dan patriotisme diharapkan tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, akan terus memberikan perhatian terhadap masa depan para anggota Paskibraka, termasuk membuka peluang dalam bidang pendidikan, beasiswa maupun pengembangan karier.

Para Paskibraka yang menjalankan tugas dalam formasi 8, 17 dan 45 disebut sebagai bagian dari generasi muda yang dipersiapkan untuk meneruskan estafet pembangunan Bali.

“Rasa nasionalisme dan patriotisme harus terus kita tanamkan. Kita harus berusaha bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Generasi Muda Harus Ambil Peran dalam Pembangunan Bali

Selain berbicara mengenai Paskibraka, Giri Prasta turut menyampaikan arah pembangunan Bali yang akan terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menyiapkan masa depan generasi muda.

Sejumlah kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, hunian yang layak dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Di sisi lain, berbagai persoalan strategis Bali, seperti pengelolaan sampah, kemacetan serta pengembangan pariwisata berkelanjutan juga terus menjadi bagian dari agenda pembangunan.

Penguatan sektor ekonomi dan peningkatan kontribusi Bali terhadap perekonomian nasional juga disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan Bali menghadapi tantangan ke depan.

Giri Prasta mengajak para Paskibraka dan generasi muda secara umum untuk tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan. Mereka diharapkan berani mengambil peran dan turut memberikan gagasan untuk kemajuan daerah.

“Kalian memiliki intelektual dan pengetahuan. Suatu saat nanti, kalian akan menjadi penentu arah Bali di masa depan,” katanya.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk berkembang. Karena itu, semangat yang telah terbentuk selama menjadi Paskibraka diharapkan dapat diteruskan dalam pendidikan, pekerjaan, organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

Dari Barisan Tegap Beralih ke Suasana Penuh Keceriaan

Setelah rangkaian acara berlangsung serius dan penuh pesan kebangsaan, suasana ramah tamah kemudian berubah menjadi lebih cair. Giri Prasta mengajak para Paskibraka dan pelatih untuk naik ke panggung dan menikmati hiburan bersama.

Sejumlah lagu pop Bali hingga lagu Barat dimainkan. Giri Prasta pun ikut bernyanyi dan mengajak para Paskibraka berjoget bersama. Suasana gedung seketika dipenuhi tepuk tangan, tawa dan sorakan.

Para Paskibraka yang sebelumnya tampil dengan sikap tegap dan konsentrasi tinggi, malam itu terlihat lebih santai. Mereka bernyanyi, berjoget dan menikmati kebersamaan bersama para pelatih serta jajaran pemerintah.

Momen tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain dari para Paskibraka. Di balik seragam, kedisiplinan dan tugas kenegaraan yang mereka emban, terdapat anak-anak muda yang memiliki energi, semangat, impian dan masa depan yang panjang.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka, Giri Prasta juga menyerahkan bantuan tunai senilai Rp25 juta kepada seluruh anggota Paskibraka Provinsi Bali. Selain itu, dua perwakilan Paskibraka, masing-masing satu putra dan satu putri, memperoleh hadiah kejutan sebesar Rp1 juta.

Bagi Giri Prasta, pengalaman menjadi Paskibraka merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan para generasi muda. Tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih memang telah selesai, tetapi nilai perjuangan, kedisiplinan dan kecintaan terhadap bangsa harus terus dibawa ke masa depan.

Ia pun berharap para Paskibraka mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga karakter kuat dan kepedulian terhadap daerah serta bangsa.

Pesan tersebut menjadi penutup kebersamaan malam itu: setelah berdiri tegap membawa nama bangsa, kini saatnya para generasi muda melangkah lebih jauh untuk menentukan masa depan Bali dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *