13/10/2026

Terseret Arus Saat Berenang, Siswa SD di Gerokgak Masih Dalam Pencarian

0
image

Hari Pertama Operasi SAR Berakhir Pukul 21.30 WITA, Penyisiran Dilanjutkan Jumat Pagi

SINGARAJA, IKLIKBALI – Upaya pencarian terhadap Gede Adimas Raditya Wibawa (11), siswa kelas 5 SD yang terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan pada Kamis (24/9/2026) telah melakukan penyisiran melalui laut dan darat, namun korban belum berhasil ditemukan.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.10 WITA. Informasi tersebut disampaikan Kadek Partha dari Polsek Gerokgak. Korban merupakan warga Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak.

Sebelum kejadian, korban bersama dua anak lainnya diketahui berenang di Pantai Gerokgak sekitar pukul 16.00 WITA. Ketiganya menggunakan styrofoam saat berada di air. Sekitar setengah jam kemudian, arus membawa ketiganya ke arah tengah laut.

Warga berhasil menolong dua anak, sedangkan korban terbawa arus dan kemudian hilang dari pandangan. Kondisi tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian dan diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Merespons laporan itu, enam personel Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 17.30 WITA. Tim kemudian melakukan koordinasi dan briefing untuk menentukan strategi pencarian.

Pencarian dilakukan dengan memanfaatkan rubber boat dan penyisiran sepanjang pesisir. Empat personel bergerak melalui laut menuju arah utara dari titik korban terakhir terlihat, sementara personel lainnya menyisir wilayah daratan ke arah timur hingga sejauh kurang lebih 2,5 kilometer.

“Pada pukul 18.10 WITA, rubber boat mengarah ke utara,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Penyisiran menggunakan perahu karet dilakukan sampai pukul 18.40 WITA. Setelah itu, operasi pencarian dilanjutkan melalui jalur darat dengan menyisir pantai ke arah barat. Penyisiran pesisir juga dilakukan ke dua arah untuk memperluas area pencarian.

Menurut Kadek Donny, tim SAR gabungan terus menyesuaikan pola pencarian dengan keadaan di lokasi. Faktor keselamatan personel menjadi salah satu pertimbangan dalam setiap pelaksanaan operasi.

“Pencarian kami lakukan melalui jalur laut dan darat dengan memperhatikan kondisi di sekitar lokasi. Jika korban belum ditemukan, operasi akan dilanjutkan sesuai ketentuan, dengan waktu pencarian hingga tujuh hari dan tetap melihat kondisi cuaca serta arus,” ungkapnya.

Hari pertama pencarian ditutup pada pukul 21.30 WITA. Karena korban belum ditemukan, operasi akan kembali dilaksanakan pada Jumat pagi dengan menyesuaikan rencana operasi dan perkembangan situasi.

Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Pol Airud Polda Bali, Pol Airud Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, Bhabinkamtibmas, Babinsa, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak bersama perangkat desa, PT Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak dan keluarga korban.

Kadek Donny menambahkan bahwa pencarian akan dilakukan secara terukur dengan memperluas area penyisiran berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat akan terus berupaya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *