13/10/2026

Bumbung Kemanusiaan Pramuka Buleleng Berbuah Rumah Layak Huni untuk Dua Keluarga

0
image

Dari gotong royong hingga penggalangan dana, aksi kemanusiaan Kwarcab Buleleng kembali menghadirkan hunian layak bagi warga yang membutuhkan

SINGARAJA , IKLIKBALI-Semangat pengabdian Gerakan Pramuka di Kabupaten Buleleng kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Di tengah puncak peringatan Hari Pramuka ke-65, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menyerahkan dua unit rumah layak huni hasil program bedah rumah yang didukung melalui Bumbung Kemanusiaan.

Penyerahan dua rumah tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Minggu (30/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65. Dua penerima bantuan tersebut yakni keluarga Ketut Sensus Indah (48) dari Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, dan keluarga Gede Mangku (50) dari Desa Patemon, Kecamatan Seririt.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan peringatan Hari Pramuka tahun ini tidak hanya dikemas dalam kegiatan seremoni. Berbagai agenda juga diarahkan pada kegiatan prestasi dan bakti sosial sebagai bentuk keterlibatan langsung Pramuka dalam kehidupan masyarakat.

“Karena itu, rangkaian kegiatan Hari Pramuka ke-65 juga kita lengkapi dengan donor darah, bedah rumah, Bumbung Kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Suyasa yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng.

Menurut Suyasa, Program Bumbung Kemanusiaan menjadi salah satu bentuk kepedulian Pramuka Buleleng terhadap persoalan sosial di masyarakat. Dana yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam berbagai aksi, salah satunya pembangunan rumah bagi keluarga yang membutuhkan.

“Dari proses kegiatan bakti yang dilakukan melalui aksi Bumbung Kemanusiaan, Pramuka Buleleng turut mengambil bagian dalam upaya pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui program bedah rumah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dua rumah yang diserahkan pada puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut merupakan rumah ke-9 dan ke-10 yang berhasil dibangun melalui program bedah rumah Kwarcab Buleleng.

“Hari ini kami menyerahkan dua rumah layak huni yang digarap Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Buleleng. Dananya dikumpulkan melalui Bumbung Kemanusiaan, kemudian pembangunan dilakukan secara gotong royong. Rumah yang kita serahkan hari ini merupakan rumah ke sembilan dan sepuluh,” papar Suyasa.

Sebelumnya, Kwarcab Buleleng telah melaksanakan delapan aksi bedah rumah yang tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya di Desa Panji Anom, Desa Tejakula, Desa Sangsit, serta Kelurahan Sukasada.

Pada pelaksanaan tahun 2026, program tersebut kembali menyasar dua keluarga, yakni Ketut Sensus Indah di Desa Banyuseri dan Gede Mangku di Desa Patemon.

Suyasa menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari proses awal hingga bangunan dapat ditempati sebagai rumah layak huni. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“Pembangunan rumah dilakukan mulai dari tahap awal sampai menjadi rumah layak huni dengan semangat gotong royong. Pendanaannya dihimpun melalui Program Bumbung Kemanusiaan, sementara calon penerima bantuan ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng,” terangnya.

Ketua Panitia Hari Pramuka ke-65, Made Suartha, menambahkan bahwa bedah rumah menjadi gambaran konkret bagaimana nilai-nilai kepramukaan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, Program Bumbung Kemanusiaan tidak hanya mengandalkan internal organisasi. Dukungan juga datang dari masyarakat, jajaran pengurus Gerakan Pramuka, serta Gugus Depan Gerakan Pramuka yang berada di wilayah Kabupaten Buleleng.

“Program ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih terus hidup di tengah masyarakat. Melalui kebersamaan, kita dapat menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Suartha.

Ia berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga Gerakan Pramuka semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pengabdian tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari kepedulian terhadap kebutuhan warga di lingkungan sekitar.

“Nilai utama yang ingin kita tumbuhkan adalah kepedulian. Ketika setiap anggota Pramuka mau bergerak dan mengambil bagian, sekecil apa pun kontribusinya, maka akan menjadi kekuatan besar ketika dilakukan bersama-sama,” tambahnya.

Dalam puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut, dua rumah layak huni di Desa Banyuseri dan Desa Patemon secara simbolis diserahkan Ketua Kwarcab Buleleng Gede Suyasa kepada Ketut Sensus Indah dan Gede Mangku. Penyerahan turut didampingi Ketua Panitia Made Suartha dan Sekretaris Kwarcab Buleleng, Ketut Susila Widiarsana.

Program Bedah Rumah melalui Bumbung Kemanusiaan menjadi salah satu wujud nyata bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berperan dalam membentuk karakter dan kemandirian generasi muda. Lebih dari itu, Pramuka Buleleng terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan, kepedulian lingkungan, gotong royong, dan berbagai bentuk pengabdian sosial.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama, sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari kepedulian dan kebersamaan masyarakat Buleleng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *