13/10/2026

Dari Mamuju, Bridge Buleleng Ukir Prestasi Nasional dan Sabet Best Junior

0
image

Dua pasangan wakil Buleleng mencatat hasil positif pada Kejurnas Bridge ke-60 2026, dengan satu pasangan senior menembus empat besar dan pasangan junior menjadi Best Junior.

MAMUJU, IKLIKBALI – Kabupaten Buleleng kembali membawa nama Bali ke persaingan olahraga bridge tingkat nasional. Dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-60 Tahun 2026 di Mamuju, Sulawesi Barat, pasangan Gede Raditya Manohara, S.Kom. dan Drs. I Made Nuridja, M.Pd. berhasil menyelesaikan pertandingan di posisi keempat nomor Pasangan Open/Terbuka.

Kejurnas yang dipusatkan di Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat tersebut berlangsung 19–24 September 2026. Persaingan berlangsung ketat karena peserta datang dari berbagai daerah dan klub bridge di Indonesia.

Pada nomor Pasangan Open, sebanyak 42 pasangan ambil bagian. Setelah melewati babak penyisihan, pasangan Raditya-Nuridja berhasil masuk ke fase final dan harus berhadapan dengan 15 pasangan lainnya.

Format Matchpoint Barometer yang digunakan pada babak final membuat perolehan angka antarpasangan berlangsung sangat rapat. Wakil Buleleng akhirnya membukukan skor 52,70 persen untuk menempati peringkat keempat nasional.

Posisi teratas ditempati pasangan Yere dan Yongky Tumbel dari Tomohon dengan skor 60,16 persen. Berikutnya Bert Toar Polii dan Paulus Sugandi dari Djarum Bridge Club dengan 57,62 persen, sedangkan Jaury Sakkung dan Mulyadi dari Palu berada di posisi ketiga dengan 53,65 persen.

Dengan hasil tersebut, selisih pasangan Buleleng dengan peringkat ketiga hanya 0,95 poin persentase. Capaian ini sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan pada kelompok elite nomor Open.

Ketua GABSI Buleleng, Drs. I Made Nuridja, M.Pd., mengatakan hasil yang diperoleh menjadi pengalaman penting sekaligus bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Masih ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi, terutama bagaimana menjaga konsistensi permainan. Ini menjadi pengalaman berharga karena kami bisa mengukur kemampuan dengan pasangan-pasangan dari berbagai daerah,” ujar Nuridja saat dikonfirmasi Rabu (23/9).

Menurutnya, keberhasilan menembus empat besar nasional menjadi tambahan motivasi bagi atlet Buleleng untuk terus meningkatkan kualitas permainan. Apalagi, nomor Open mempertemukan pasangan-pasangan yang memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan nasional.

“Kami bersyukur bisa masuk empat besar nasional. Persaingan di kategori Open cukup ketat karena diikuti pasangan-pasangan dari berbagai daerah dan klub di Indonesia. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya.

Prestasi lainnya datang dari sektor junior. Buleleng mengikutsertakan pasangan Gede Arya Suryana Murtika Wangsa dan Ni Putu Puja Parwati Dewi pada kategori Pasangan Junior KU25 yang diikuti 22 pasangan.

Meski langkah mereka belum sampai ke final nomor Pasangan Junior KU25, keduanya tetap tampil pada side event Pasangan Kongres. Kesempatan tersebut justru berbuah hasil positif setelah pasangan junior Buleleng keluar sebagai Juara 1 Junior atau Best Junior.

Nuridja menyebut pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet bridge Buleleng. Keikutsertaan di kejuaraan nasional dinilai memberikan pengalaman langsung bagi atlet muda untuk berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah.

“Untuk atlet junior, yang terpenting mereka mendapatkan pengalaman bertanding. Mereka bisa merasakan atmosfer Kejurnas dan menghadapi pasangan dari berbagai daerah. Raihan Best Junior tentu menjadi tambahan motivasi bagi mereka,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Buleleng mengirim empat atlet dalam Kejurnas Bridge ke-60, yakni Raditya Manohara, I Made Nuridja, Ni Putu Puja Parwati Dewi dan Gede Arya Suryana Murtika Wangsa.

Mereka ambil bagian dalam tiga nomor, yaitu Pasangan Junior KU25, Pasangan Open/Terbuka dan Beregu Kelas B. Setelah menyelesaikan pertandingan pasangan, kontingen Buleleng masih memiliki agenda pada nomor Beregu Kelas B.

Pertandingan beregu menggunakan sistem round robin sebanyak sembilan putaran yang kemudian dilanjutkan dengan babak play-off. Pada nomor ini, Buleleng tidak sekadar mengejar hasil pertandingan, tetapi juga membawa sasaran jangka panjang untuk meningkatkan kelas pada kejuaraan berikutnya.

“Untuk beregu, kami masih punya target yang ingin dicapai. Kami berharap bisa bermain konsisten dan memberikan hasil terbaik. Target ke depan tentu bagaimana Buleleng bisa naik kelas ke Kelas A,” tandas Nuridja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *