25/08/2026

BIRF 2026 Kembali Digelar di Buleleng, Seniman dari Delapan Negara Siap Tampil di Bali Utara

0
image

Festival seni dan budaya internasional yang didukung IOV–UNESCO akan berlangsung pada 10–15 Maret 2026 dan menjadi ruang kolaborasi antara seniman lokal dengan delegasi mancanegara.

SINGARAJA, IKLIKBALI – Kabupaten Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Buleleng International Rhythms Festival (BIRF) 2026. Festival seni dan budaya bertaraf internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 15 Maret 2026 dengan menghadirkan berbagai pertunjukan dari sejumlah negara.

Dukungan terhadap pelaksanaan festival itu disampaikan langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, saat menerima audiensi panitia penyelenggara di ruang kerjanya, Senin (5/1). Menurutnya, BIRF tidak hanya menjadi panggung bagi pertunjukan seni kelas dunia, tetapi juga membuka peluang bagi seniman lokal untuk memperkenalkan kekayaan budaya Buleleng kepada masyarakat internasional.

Bupati Sutjidra menilai, antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan seni dan budaya menjadi modal penting dalam menyukseskan penyelenggaraan BIRF tahun ini. Kehadiran festival tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Buleleng sebagai salah satu pusat kegiatan budaya di Bali.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng tentu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan BIRF karena kegiatan ini menjadi wadah pertemuan berbagai seni dan budaya dunia, sekaligus kesempatan bagi para seniman lokal untuk tampil dan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai negara,” ujar Sutjidra.

Ketua Panitia BIRF 2026, Nyoman Dini Andiani, menjelaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan festival pada tahun-tahun sebelumnya telah meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta internasional. Hal itu tercermin dari kembali bergabungnya sejumlah delegasi yang pernah berpartisipasi dalam ajang serupa.

Hingga saat ini, sedikitnya delapan negara telah menyatakan minat untuk ambil bagian dalam BIRF 2026. Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 200 orang dan masih berpotensi bertambah seiring proses registrasi yang masih berlangsung.

“Hubungan baik yang terjalin melalui penyelenggaraan sebelumnya membuat banyak peserta internasional kembali memilih Buleleng sebagai tempat untuk bertukar budaya dan mempererat persahabatan,” kata Dini Andiani.

Sementara itu, Direktur IOV–UNESCO Indonesia di Bali, I Gusti Ngurah Eka Prasetya, menyebut penyelenggaraan BIRF 2026 merupakan bentuk kepercayaan dari UNESCO dan IOV kepada Bali Utara sebagai tuan rumah anggota IOV Indonesia. Menurutnya, festival tersebut memiliki peran penting dalam memperkenalkan seni dan budaya sebagai sarana diplomasi di tingkat internasional.

“Penyelenggaraan BIRF semakin menegaskan posisi Kabupaten Buleleng sebagai salah satu simpul penting dalam jejaring budaya dunia,” ungkapnya.

Melalui BIRF 2026, Kabupaten Buleleng diharapkan tidak hanya menjadi destinasi pertunjukan seni berskala internasional, tetapi juga memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan budaya yang mampu menjembatani hubungan antarmasyarakat dari berbagai negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *