Ketut Ngurah Arya : DPRD Buleleng Pastikan Aspirasi Reses Menjadi Acuan Kebijakan Pembangunan Daerah
Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya menekankan pentingnya sinergi legislatif
dan eksekutif agar usulan masyarakat dapat diwujudkan melalui program prioritas pemerintah.
SINGARAJA,IKLIKBALI – Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, S.M., menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mengawal setiap aspirasi masyarakat yang diperoleh melalui kegiatan reses agar dapat menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program OBRAS (Obrolan Bersama Narasumber) di Radio Nuansa Giri Catus Pata Singaraja, Rabu (29/7/2026).
Mengangkat tema “Tindak Lanjut Hasil Reses DPRD Buleleng”, Ngurah Arya menjelaskan bahwa reses merupakan salah satu tugas konstitusional anggota DPRD untuk menyerap berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat secara langsung. Melalui pertemuan di daerah pemilihan, anggota dewan memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat sehingga dapat menjadi dasar dalam merumuskan arah pembangunan.
Menurutnya, pelaksanaan reses memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Regulasi tersebut menggariskan bahwa pembangunan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, perluasan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing daerah.
“Aspirasi masyarakat merupakan fondasi dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, hasil reses akan terus kami kawal agar menjadi perhatian dalam pembahasan bersama pemerintah daerah,” kata Ngurah Arya.
Ia mengungkapkan, tema pembangunan yang diangkat dalam setiap masa reses selalu disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah. Pada masa sidang kali ini, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama karena dinilai sebagai faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
Selain menjaring aspirasi, anggota DPRD juga memanfaatkan momentum reses untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan kapasitas SDM sebagai modal utama dalam memperkuat perekonomian daerah.
Seluruh hasil reses nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai bahan penyusunan program pembangunan sesuai dengan skala prioritas. Enam sektor menjadi perhatian utama, yakni pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, pengembangan sektor ketenagakerjaan, pelestarian adat, agama dan budaya, pembangunan infrastruktur serta penguatan UMKM, hingga peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Ngurah Arya berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun dapat diakomodasi dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci agar setiap usulan masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata. Kami ingin pembangunan yang dilakukan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Buleleng,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kaum muda memiliki energi, kreativitas, dan inovasi yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
“Kami berharap anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam memberikan gagasan dan solusi. Pemerintah bersama DPRD siap mendukung setiap inovasi positif yang mampu mendorong kemajuan Kabupaten Buleleng menuju daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutup Ngurah Arya.
