25/08/2026

32 Regu Dewasa Putri Taklukkan Lintasan 17 Kilometer, Hadiah Rp82,5 Juta Menanti

0
763018709_1672505123815891_2215054507694872597_n

Gerak langkah peserta menggema di ruas jalan Singaraja. Selain memperebutkan hadiah dan dana pembinaan, lomba menjadi ruang untuk merawat semangat perjuangan, disiplin, kebersamaan, dan sportivitas.

SINGARAJA, IKLIKBALI – Derap langkah puluhan regu perempuan menggema di sejumlah ruas jalan Kota Singaraja, Kamis (6/8). Sebanyak 32 regu tingkat Dewasa Putri ambil bagian dalam lomba gerak jalan 17 kilometer untuk memeriahkan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan jarak tempuh yang cukup panjang, setiap regu dituntut menjaga kekompakan, ketahanan fisik, dan konsistensi langkah hingga garis finis. Di balik kompetisi tersebut, terselip semangat untuk mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif dan prestasi.

Lomba secara resmi dilepas oleh Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, dari kawasan GOR Bhuana Patra, Singaraja. Pelepasan menjadi tanda dimulainya perjuangan 32 regu untuk menaklukkan lintasan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing.

Tak hanya membawa semangat kompetisi, para peserta juga memperebutkan total hadiah dan dana pembinaan senilai Rp82,5 juta. Juara pertama berhak memperoleh piala tetap, piagam, dan uang pembinaan Rp20 juta. Juara kedua mendapatkan Rp17,5 juta, juara ketiga Rp15 juta, sedangkan Harapan I, II, dan III masing-masing memperoleh Rp12 juta, Rp10 juta, dan Rp8 juta.

Ketua Panitia yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, S.STP., M.A.P., mengatakan peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut perlu diisi dengan kegiatan yang mampu menumbuhkan semangat berprestasi dan memperkuat karakter masyarakat.

Menurutnya, semangat perjuangan generasi terdahulu dapat diteruskan melalui kerja keras, kedisiplinan, pembelajaran berkelanjutan, serta kontribusi nyata dalam pembangunan.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan prestasi dan kerja keras. Mari terus meningkatkan kemampuan diri, belajar secara berkelanjutan dan menjaga kedisiplinan dengan tetap berlandaskan semangat serta Jiwa 45,” ujar Ariadi.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan perlombaan sebagai bagian dari semangat bersama untuk membangun daerah.

“Melalui kegiatan ini, mari kita satukan gerak dan langkah untuk membangun Buleleng dan Indonesia. Dengan kebersamaan, cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dapat kita perjuangkan bersama,” tambahnya.

Bagi peserta, perjalanan sejauh 17 kilometer bukan perkara ringan. Mereka harus mampu menjaga ritme langkah sejak titik keberangkatan hingga etape terakhir. Kekompakan menjadi salah satu kunci, karena setiap anggota regu harus mampu bergerak dalam irama yang sama.

Rute perlombaan dibagi dalam dua etape. Dari GOR Bhuana Patra, peserta bergerak melewati Jalan Ngurah Rai, Jalan Letkol Wisnu, Jalan Gajah Mada, Jalan Gempol, Jalan Pulau Komodo, Jalan Surapati, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kartini hingga mencapai finis Etape I di depan Cortex.

Setelah menyelesaikan etape pertama, perjuangan kembali dilanjutkan dari Jalan Udayana. Peserta melewati kawasan Patung Bima, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, kawasan Pemaron, Jalan Laksamana, Baktiseraga, Jalan Pahlawan dan Jalan Ngurah Rai. Rangkaian perjalanan kemudian berakhir di GOR Bhuana Patra.

Sepanjang lintasan, suasana perlombaan menjadi bagian dari kemeriahan bulan kemerdekaan di Buleleng. Masyarakat dapat menyaksikan langsung semangat para peserta yang berusaha mempertahankan barisan hingga akhir perjalanan.

Ariadi mengapresiasi seluruh regu yang telah berpartisipasi. Menurutnya, keberanian dan kemauan peserta untuk menempuh lintasan panjang merupakan bagian penting dari semangat peringatan kemerdekaan.

“Yang tidak kalah penting dari hasil perlombaan adalah bagaimana seluruh peserta dapat menjaga sportivitas dan kebersamaan. Mari kita bersama-sama memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar,” pesannya.

Pada akhirnya, lomba gerak jalan bukan hanya tentang siapa yang tiba lebih dahulu. Setiap langkah yang ditempuh menjadi gambaran tentang disiplin, daya juang, kekompakan, dan semangat untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.

Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, nilai-nilai tersebut menjadi cara sederhana masyarakat Buleleng untuk terus menghidupkan semangat perjuangan dalam kehidupan masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *